Upcoming Events

Latest Monitor

Monitor Vol. V. No. 07 | Signifikansi Devisa Sawit Dalam Perekonomian Indonesia

Volume ekspor Indonesia pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 3 persen atau naik dari 31 juta ton (2017) meningkat menjadi 32 juta ton (2018). Selain volume ekspor yang meningkat, komposisi ekspor minyak sawit Indonesia telah berubah dari sebelumnya dominasi minyak mentah (CPO) menjadi bentuk olahan. Sementara, devisa sawit Indonesia diperkirakan mengalami penurunan sebesar 12 persen yakni dari USD 22.9 miliar tahun 2017 menjadi USD 20.5 miliar tahun 2018. Penurunan tersebut akibat rendahnya harga minyak sawit dunia (rata-rata USD 595.5 metrik ton) yang ikut menggerus nilai devisa yang dihasilkan meskipun volume ekspor meningkat. Devisa sawit tersebut telah menyebabkan surplus neraca perdagangan Non Migas. Diperkirakan neraca perdagangan non migas surplus sebesar USD 3.84 miliar yang disumbang devisa sawit sebesar USD 20.5 miliar. Jika devisa sawit dikeluarkan, maka neraca perdagangan non migas mengalami defisit sebesar USD -16.7 miliar. Selain menyumbang pada penyehatan neraca perdagangan RI, devisa sawit juga menambah "darah segar" yang memperbesar aliran ekonomi dalam perekonomian nasional. Devisa sawit tersebut yang dihasilkan dari kebun-kebun sawit yang tersebar pada lebih 200 kabupaten di Indonesia, meningkatkan pendapatan rakyat baik yang terlibat pada perkebunan sawit di 200 lebih kabupaten maupun masyarakat yang bekerja pada sektor-sektor yang menjual barang/jasa bagi perkebunan sawit.

Monitor Vol. V. No. 06 | Kebun Sawit Indonesia : “Lumbung” Energi Mix Terbarukan

Biomas merupakan sumber energi baru terbaharui (new renewable energy) atau disebut juga biofuel generasi kedua (second generation biofuel). Selain minyak sawit (CPO+PKO), kebun sawit juga menghasilkan biomas sekitar 16 ton bahan kering per hektar per tahun. Dengan luas 14 juta hektar kebun sawit Indonesia dapat menghasilkan biomas sekitar 218 juta ton biomas bahan kering setiap tahun. Dari biomas tersebut dapat diolah menjadi bioethanol (pengganti premium/gasoline). Jika diasumsikan setiap ton bahan kering biomas dapat menghasilkan 150 liter etanol, sehingga dapat menghasilkan 33 juta kilo liter etanol/biopremium setiap tahun atau hampir 50 persen dari kebutuhan premium di Indonesia setiap tahun. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari sawit yakni POME dapat dimanfaatkan sebagai media kultivasi alga penghasil biofuel yang disebut sebagai biofuel generasi ketiga (third generation biofuel). Dengan demikian, sawit merupakan “lumbung” energi bagi Indonesia yakni penghasil biofuel biodiesel berbahan baku minyak sawit sebagai biofuel generasi pertama, biomassa sawit sebagai sumber biofuel generasi kedua, dan pemanfaatan POME untuk media kultivasi alga sebagai sumber biofuel generasi ketiga. Jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan maka dapat mengurangi minyak fosil yang kita impor selama ini dan membangun kemandirian energi secara berkelanjutan kerena dapat diperbarui, rendah emisi, berbasis pada sumberdaya domestik, tidak diimpor sehingga tidak menciptakan ketergantungan pada negara lain.

Monitor Vol. V. No. 05 | Produk Inovatif Dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit

Produk – produk inovatif bernilai tinggi tidak hanya dihasilkan dari produk utama kelapa sawit berupa minyak kelapa sawit (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (PKO), akan tetapi berbagai produk inovatif juga dapat dihasilkan dari limbah kelapa sawit. Para peneliti kelapa sawit di Indonesia sudah membuktikan bahwa tandan kosong kelapa sawit di PKS dapat diolah untuk menghasilkan plastik yang dapat lebih mudah terdegradasi secara alamiah di alam. Dengan ketersediaan tandan kosong dalam jumlah yang sangat besar di Indonesia, apabila diolah menjadi bioplastik akan menghasilkan 0,76 juta ton bioplastik pada tahun 2019 dan diperkirakan dapat mencapai 1,72 juta ton pada tahun 2025. Produksi bioplastik ini dapat dijadikan sebagai substitusi impor plastik fosil sehingga akan menghemat devisa negara. Selain limbah padat, pada Pabrik Kelapa Sawit juga terdapat limbah cair POME dalam jumlah yang sangat besar. Berdasarkan hasil riset, limbah POME dapat diolah dengan teknologi methane capture untuk menghasilkan biogas. Potensi produksi biogas POME di Indonesia dapat mencapai 4.634 juta m3 pada tahun 2019 dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai 7.823 juta m3 pada tahun 2025. Hasil riset lainnya yaitu pemanfaatan POME sebagai media kultivasi algae penghasil biodiesel yang dapat disebut sebagai biofuel generasi ketiga sawit (third generation biofuel). Potensi produksi biodiesel alga di Indonesia dapat mencapai 110.889 ton pada tahun 2019 dan diperkirakan meningkat menjadi 187.184 ton pada tahun 2025. Pemanfaatan POME sebagai media kultivasi algae penghasil biodiesel merupakan pilihan yang murah dan selamat dari kampanye negatif terkait trade-off food and fuel.