Upcoming Events

Latest Monitor

Monitor Vol. V. No. 31 | Kontribusi Minyak Sawit dalam Biodiesel Global

Perkembangan biodiesel di dunia merupakan bentuk accelerated actions sebagai komitmen untuk mencapai visi Paris Agreement yakni penurunan emisi GHG global. Dukungan pemerintah di berbagai negara dalam pengembangan biodiesel juga diwujudkan dalam bentuk instrumen kebijakan mandatori. Implikasinya adalah produksi biodiesel dunia meningkat dari 29.56 juta ton (2015) menjadi 40.67 juta ton (2018). Dan UE-28 merupakan negara produsen biodiesel terbesar di dunia. Bahan baku utama yang banyak digunakan oleh industri biodiesel dunia berturut-turut: minyak sawit, minyak kedelai, minyak rapeseed dan minyak jelantah/UCO. Berbeda dengan bahan baku biodiesel yang banyak digunakan oleh UE-28 adalah minyak rapeseed yang disusul oleh minyak sawit. Berdasarkan studi para Ahli membuktikan bahwa biodiesel minyak sawit mampu menghemat/menurunkan emisi. Selain itu, kehadiran minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel juga dapat meminimalkan terjadinya trade off fuel-food di dunia maupun EU-28. Hal ini dikarenakan peningkatan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel di EU-28 ternyata tidak mendorong meningkatnya harga CPO dunia, bahkan sebaliknya pada periode tersebut harga CPO dunia justru mengalami penurunan.

Monitor Vol. V. No. 30 | Peran Industri Sawit Dalam Industri Pakan EU

Industri pakan konsentrat ternak (compound feed) dunia mengalami peningkatan produksi dari tahun ketahun seiring dengan peningkatan konsumsi produk ternak dunia. Tiga produsen utama pakan konsentrat ternak (compound feed) dunia adalah EU-28, China dan USA. Produksi pakan ternak EU-28 terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Bahan baku utama industri pakan ternak EU-28 adalah grain dan oil meal. Grain atau biji-bijian yang dimaksud mencakup gandum, jagung, barley dan biji-bijian lainnya. Sementara oils meal terdiri dari soybean meal, rapeseed meal, sunseed meal, palm kernel meal dan oils meal lainnya. Sebagian bahan baku pakan EU-28 diperoleh dari impor. Impor bahan Baku pakan EU-28 terbesar yakni oils cake and meal dan cereal/grain. Untuk kelompok oils cake and meals yang diimpor adalah soybean meals, palm kernel meal/PKM, dan sunflower meal. Penggunaan PKM untuk pakan ternak/ikan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai produsen sawit terbesar dunia, Indonesia dan Malaysia merupakan eksportir PKM terbesar dunia. Berdasarkan data industri pakan ternak EU-28 menunjukkan bahwa keterkaitan minyak sawit terhadap industri pakan ternak sangat kecil. Berbagai fakta menunjukkan bahwa hampir tidak terjadi masalah trade off feed-palm oil. Bahkan industri sawit dunia justru membantu keberlanjutan industri pakan ternak EU- 28 melalui penyediaan PKM (co-product palm oil) sebagai bahan baku pakan.

Monitor Vol. V. No. 29 | Reformulasi Harga TBS: Solusi Untuk Menyejahterakan Pekebun Sawit Rakyat

Dalam beberapa tahun terakhir harga CPO dunia mengalami penurunan. Penurunan harga CPO dunia ini, ditransmisikan kedalam negeri dengan penurunan harga TBS sawit rakyat. Jika dibandingkan dengan pekebun sawit plasma, harga TBS yang diterima petani sawit swadaya hanya sekitar 60-70 persen dari harga TBS tingkat PKS, akibat lokasi yang jauh dari PKS. Penurunan harga TBS di beberapa sentra produksi sawit juga berimplikasi pada penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sektor perkebunan. Sementara itu, jika dilihat dari sisi rasio harga minyak goreng curah dengan CPO (bahan bakunya) menunjukkan peningkatan, yang berarti harga minyak goreng curah relatif makin mahal terhadap harga CPO. Hal yang sama terjadi pada biodiesel sawit (FAME) harga biodiesel relatif terhadap harga CPO. Untuk mengatasi dan mencegah masalah penurunan harga TBS berkepanjangan, pemerintah perlu mengambil kebijakan, pemerintah perlu melakukan reformulasi terhadap formula penetapan harga TBS saat ini (Permentan No.01/2018). Untuk formula harga TBS yang baru selain variabel harga CPO dan PKO, juga perlu memasukkan variabel harga minyak goreng sawit dan harga biodiesel sawit. Selain itu, pemerintah perlu mempercepat peningkatan mandatory biodiesel dari B20 ke B30 untuk meningkatkan penyerapan CPO domestik sehingga dapat mengangkat harga ditingkat petani. Dan solusi kedepan adalah mengembangkan PKS greenfuel di sekitar petani sawit (sehamparan).