Monitor Vol. III. No. 08 | Proses Reforestasi dan Perbaikan Ekologi Melalui Perkebunan Sawit di Provinsi Riau

Deforestasi di Provinsi Riau pada periode 1950-2014 mencapai seluas 6,24 juta hektar. Dari luasan tersebut, yang dimanfaatkan secara langsung dan tidak langsung oleh kebun sawit hanya sekitar 2,29 juta hektar atau sekitar 36 persen. Berdasarkan analisi Citra Landset, pengembangan Perkebunan Sawit di Provinsi Riau adalah berasal dari reforestasi (konversi lahan pertanian, lahan terlantar/semak belukar dan HTI), sehingga secara netto kebun sawit Indonesia merupakan reforestasi. Pandangan umum yang selama ini yang menyatakan bahwa ekspansi kebun sawit merupakan pemicu (driver) deforestasi, tidak didukung fakta. Bahkan sebaliknya, ekspansi kebun sawit justru merupakan suatu land use change yang meningkatkan karbon stok lahan/reforestasi yang secara ekologis dikehendaki dan menciptakan pembangunan ekonomi, pembangunan daerah, dan penurunan kemiskinan di Provinsi Riau.

Monitor Vol. III. No. 07 | Keunggulan Gizi Minyak Sawit dan Tuduhan Pemicu Kanker?

Minyak sawit sebagai minyak makan yang aman telah lama (lebih dari ribuan tahun) diakui, dikonsumsi dan dinikmati secara meluas oleh masyarakat dunia. Dibandingkan dengan minyak nabati lain seperti minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak zaitun dan lain-lain, dari riset ahli-ahli gizi, mengungkapkan berbagai keunggulan gizi dari minyak goreng sawit antara lain: (1) sumber energi murah, mudah dicerna dan diserap, meningkatkan cita rasa (platabilitas) dan mengandung zat-zat gizi esensial (2) minyak goreng sawit memiliki komposisi asam lemak yang seimbang, (3) dalam proses pembuatan minyak goreng sawit tidak melakukan proses hidrogenisasi sehigga tidak menghasilkan asam lemak trans dan (4) minyak sawit mengandung senyawa anti kanker yang sangat tinggi yakni vitamin A (beta karotine), vitamin E dan asam lemak esensial. Berdasarkan hasil-hasil riset gizi dan kesehatan, minyak sawit bukanlah berpotensi pemicu kanker (karsiogenesis) sebagaimana dituduhkan Eropa tersebut. Bukti-bukti empiris justru menunjukkan sebaliknya bahwa minyak sawit justru terbukti mencegah bahkan menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan antioksidan khususnya vitamin E dan vitamin A serta kandungan senyawa aktif lainnya yang terkandung dalam minyak sawit membuat minyak sawit sebagai minyak makan kaya vitamin dan anti kanker.

Monitor Vol. III. No. 06 | Industri Minyak Sawit Bagian Solusi dari Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Untuk mengatasi pemanasan global (global warming) dan dampaknya pada perubahan iklim (global climate change) adalah menurunkan emisi karbondioksida ke udara bumi dan penyerapan kembali karbondioksida dari udara bumi. Menurunkan emisi karbondioksida ke udara bumi berarti masyarakat internasional harus bersedia mengurangi konsumsi energi fosil (minyak bumi, batubara, gas) dan menggantikannya dengan bahan bakar rendah emisi karbon seperti biofuel. Perkebunan kelapa sawit berpotensi dan menjadi bagian penting dalam pengurangan emisi tersebut melalui dua cara yakni (1) penyerapan kembali gas karbondioksida dari udara bumi melalui proses fotosintesa perkebunan kelapa sawit dan (2) menggunakan biodiesel sawit sebagai pengganti solar fosil/diesel serta menggunakan biopremium sawit (dari biomas sawit) sebagai pengganti premium. Kombinasi biodiesel sawit dan biopremium sawit sebagai pengganti bahan bakar dapat menurunkan emisi mesin-mesin lebih dari 62 persen.