Upcoming Events

Latest Monitor

Monitor Vol. V. No. 16 | Ketergantungan India Terhadap Minyak Sawit Semakin Tinggi

Konsumsi minyak nabati India mengalami peningkatan, namun pangsa minyak nabati produksi domestik India dalam konsumsi minyak nabatinya menurun dari 49 persen menjadi 33 persen pada periode 2001-2018. Sedangkan, peranan minyak nabati impor dalam konsumsi minyak nabati India mengalami peningkatan dari 51 persen menjadi 67 persen. Dan konsumsi minyak sawit di India merupakan yang terbesar dibandingkan minyak nabati lainnya dengan pangsa meningkat dari dari 30 persen menjadi 43 persen. Sebagian besar minyak sawit bersumber dari impor sehingga hal ini menyebabkan India memiliki ketergantungan impor yang besar. Oleh karena itu, pemerintah memberlakukan berbagai hambatan perdagangan terhadap minyak sawit, namun hambatan dagang tersebut tidak mempengaruhi impor minyak sawit yang terus meningkat sebesar 8 persen per tahun selama periode tersebut.

Monitor Vol. V. No. 15 | Seberapa Penting Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke Uni Eropa?

Saat ini, sebagian besar minyak sawit Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor. Uni Eropa adalah salah satu negara tujuan ekspor utama dengan pangsa sebesar 15 persen. Nilai ekspor minyak sawit (crude dan refined) Indonesia ke UE-28 juga mengalami peningkatan dari USD 0.29 tahun 2001 miliar menjadi USD 3.57 miliar tahun 2018. Namun, terjadi perubahan ekspor dimana ekspor RPO lebih besar dibandingkan CPO sejak tahun 2016. Peningkatan nilai ekspor minyak sawit tersebut berperan penting dalam mempertahankan surplus neraca perdagangan RI – UE28. Sehingga jika UE-28 melarang penggunaan minyak sawit di negara tersebut berpotensi merubah surplus menjadi defisit neraca perdagangan RI – UE 28.

Monitor Vol. V. No. 14 | Masyarakat Uni Eropa Makin Senang Sawit

Pangsa minyak nabati domestik dalam konsumsi minyak nabati UE-28 mengalami penurunan dari 38 persen menjadi 31 persen selama 2001-2016. Sedangkan peranan minyak nabati impor dalam konsumsi minyak nabati pada periode yang sama mengalami peningkatan dari 62 persen menjadi 69 persen. Dalam konsumsi minyak nabati EU-28, pangsa minyak sawit meningkat dari 22 persen menjadi 31 persen. Pangsa minyak rapeseed juga meningkat dari 24 persen menjadi 30 persen. Tampaknya minyak sawit dan minyak rapeseed bersaing ketat dalam konsumsi domestik UE-28. Minyak rapeseed yang di subsidi oleh UE-28 semakin terdesak dengan kehadiran minyak sawit karena masyarakat makin menyenangi minyak sawit.