Upcoming Events

Latest Monitor

Monitor Vol. VI. No. 06 | Spent Bleaching Earth (SBE): Status Limbah B3 Dan Potensi Pemanfaatannya

Spent Bleaching Earth (SBE) adalah limbah yang dihasilkan oleh pabrik refenery yang mengolah minyak sawit mentah menjadi produk turunan sementara yang digunakan sebagai bahan baku industri hilir kelapa sawit seperti Industri Minyak Goreng Sawit. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, SBE dikategorikan sebagai limbah B3. Meskipun dikategorikan sebagai limbah B3, pengolahan SBE dengan menggunakan teknologi Solvent Extraction dapat menghasilkan produk Recovered Oil dan De-oiled Bleaching Earth yang dapat digunakan sebagai bahan baku. R-Oil digunakan sebagai feedstock untuk biodiesel dan pelumas/biolubrikan. Sementara De-OBE dapat digunakan sebagai bahan baku untuk bahan konstruksi/bangunan, pupuk bio-organik, pupuk NPK dan pakan ternak. Industri pengolahan SBE memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun status B3 tersebut berimplikasi pada ketatnya prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengelola limbah B3 dan ketidakjelasan status produk olahan. Diharapkan status SBE dapat dirubah sebagai limbah nonB3 atau bahkan dikategorikan sebagai bahan baku (feedstock). Dengan demikian, regulasi tersebut dapat mendorong pengembangan industri pengolahan limbah SBE yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjadi peluang bagi industri sawit sebagai green industry.

Monitor Vol. VI. No. 05 | Virus Corona China Juga Menyebabkan Harga Sawit “Menggigil”

Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi besar terdampak pada pelemahan ekonomi China akibat virus Corona. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai dampak dari virus Corona bersumber dari tiga sektor yakni sektor pariwisata, sektor investasi dan sektor perdagangan. Selain itu, virus Corona juga menyerang harga minyak sawit dunia, mengingat China merupakan negara importir minyak sawit terbesar kedua setelah India. Penurunan permintaan minyak sawit China menyebabkan harga CPO (cif Rotterdam) kembali menurun yakni dari USD 880 per ton menjadi USD per 770 ton, demikian juga harga CPO FOB Belawan turun dari USD 793 per ton menjadi USD 736 per ton selama periode 2 Januari- Februari 2020. Penurunan harga CPO di pasar dunia juga ditransmisikan ke harga TBS sehingga harga TBS juga mengalami penurunan. Harga TBS Riau umur 10-20 tahun menurun dari Rp 2,243 per kilogram menjadi Rp 1,866 per kilogram selama periode minggu pertama Januari 2020 hingga minggu kedua Februari 2020.

Monitor Vol. VI. No. 04 | Rencana Pemberlakuan Pungutan Ekspor Ditengah Tren Harga Sawit Naik Di Tahun 2020

Pajak ekspor minyak sawit yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia yakni Bea Keluar dan Pungutan Ekspor. Implementasi pajak ekspor tersebut berdampak positif yakni pengembangan industri hilir domestik dan menambah penerimaan pemerintah, namun secara netto kebijakan tersebut menurunkan kesejahteraan nasional karena kerugian yang harus ditangung oleh produsen lebih besar. Akibat penurunan harga minyak sawit dunia sejak awal tahun 2017-2019 mengakibatkan kebijakan Bea Keluar dan Pungutan Ekspor ditiadakan. Namun, pada tahun 2020 harga minyak sawit mengalami peningkatan dan diperkirakan terus “berkilau”. Kondisi tersebut berimplikasi pada diberlakukannya kembali kebijakan Bea Keluar dan Pungutan Ekspor minyak sawit di Indonesia. Untuk meminimalisir dampak kebijakan yang berpotensi menurunkan kesejahteraan nasional, maka diperlukan reformulasi Bea Keluar dan Pungutan Ekspor untuk menghasilkan kondisi yang win-win solution. Reformulasi tersebut adalah kebijakan pajak ekspor (BK dan PE) tidak boleh merugikan produsen terutama pekebun, mengurangi daya saing dan mendukung hilirisasi. Diusulkan juga bahwa metode pemungutan pajak ekspor melalui metode secara langsung seperti PBB, serta kebijakan pajak ekspor juga perlu dikombinasikan dengan program pengembangan hilirisasi dengan skedul hilirisasi terlebih dahulu.