Upcoming Events

Latest Monitor

Monitor Vol. IV. No. 27 | Analisis Perkembangan Mutakhir Pasar Minyak Sawit Dunia

Kebijakan proteksi yang dilakukan Amerika Serikat menyebabkan kondisi perdagangan dunia tidak kondusif. Kondisi ini dapat berpengaruh terhadap industri minyak nabati global sehingga harus diwaspadai oleh Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit. Hingga tahun 2017, konsumsi minyak nabati dunia masih didominasi minyak sawit dengan pangsa 38 persen, dan minyak kedelai berada pada posisi kedua dengan pangsa 34 persen. Untuk pasar Amerika, pangsa konsumsi minyak sawit menunjukkan trend yang semakin meningkat dan telah mencapai 10,2 persen sehingga kebijakan proteksi Amerika yang dapat mengganggu pasar minyak nabati global juga berpotensi merugikan Amerika. Di sisi lain, faktor – faktor fundamental yang mempengaruhi ekonomi minyak sawit seperti pertumbuhan ekonomi dunia, penurunan produksi kedelai, dan kenaikan harga diesel seharusnya berdampak pada peningkatan harga CPO. Namun yang terjadi adalah harga CPO menunjukkan trend penurunan sehingga Indonesia harus merespon trend tersebut dengan peningkatan penyerapan CPO di dalam negeri.

Monitor Vol. IV. No. 26 | Industri Sawit Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 merupakan konsep baru perkembangan dunia industri setelah dalam sejarahnya telah terjadi tiga revolusi industri. Revolusi yang keempat ini didorong dengan semakin berkembangnya teknologi berupa Cyber-Physical System (CPS), Internet of Things (IoT), dan big data yang memungkinkan terciptanya peningkatan efektivitas dan efisiensi. Dunia industri termasuk industri sawit Indonesia akan menghadapi tantangan perubahan cara kerja perusahaan secara fundamental pada era industri 4.0. Keberhasilan penerapan industri 4.0 pada industri sawit Indonesia akan memberikan manfaat dari sisi ekonomi dan ekologi serta dapat meningkatkan daya saingnya di pasar internasional. Namun pemerintah Indonesia melalui peran institusi pendidikan masih harus mempersiapkan sumberdaya manusia untuk memasuki era industri 4.0.

Monitor Vol. IV. No. 25 | Biofuel Generasi Ketiga dari Industri Sawit Indonesia

Industri sawit Indonesia telah berkembang dari hulu hingga hilir dan membentuk satu megasektor agribisnis sawit. Perkembangan produksi minyak sawit yang revolusioner telah berhasil menjadikan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia sejak 2006. Namun selain produk utamanya, industri sawit Indonesia juga menghasilkan limbah yang salah satunya adalah POME (Palm Oil Mill Effluent). POME dapat dimanfaatkan sebagai media kultivasi alga penghasil biofuel yang disebut sebagai biofuel generasi ketiga (third generation biofuel). Penggunaan alga sebagai penghasil biodiesel dengan pemanfaatan POME yang melimpah sebagai media kultivasinya akan membantu pencapaian mandatori biodiesel seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan biodiesel dengan perluasan ke sektor non-PSO dan penerapan B-30 pada tahun 2020. Potensi pemanfaatan ini menjadikan industri sawit dapat dikatakan sebagai lumbung pangan dan energi bagi Indonesia karena mampu menghasilkan minyak sawit sebagai bahan pangan dan juga dari kebun kelapa sawit bisa dihasilkan biofuel generasi pertama, kedua, dan ketiga.