1.3 Juta Hektare Lahan Sawit dapat ISPO

Medan – Sebanyak 6,3 juta ton crude palm oil atau CPO dan 1,3 juta hektare (ha) lahan milik pengusaha dan petani sawit di dalam negeri sudah memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Kepala Sekretariat ISPO Herdrajat Natawidjaya di Medan, Rabu (21/9) mengatakan, masih akan banyak lagi perusahaan yang mendapat ISPO. Jumlah penerima ISPO diyakini terus bertambah karena ada yang masih dalam proses audit dan yang berkasnya sudah masuk ke sekretariat atau sedang dalam tahap pengajuan.

Pemerintah sudah mengharuskan semua perusahaan mengantongi ISPO karena sertifikasi sudah menjadi tuntutan global. Herdrajat mengakui, di dalam penerapan ISPO ada tujuh prinsip yang agak berat dipenuhi calon penerima sertifikat, seperti menyangkut legalitas mulai dari izin lokasi, kemudian perolehan lahan, HGU harus sesuai dengan tata ruang, harus memfasilitasi kebun masyarakat.

“Tetapi sertifikasi sudah keharusan karena sustainablility atau keberlangsungan adalah tuntutan pasar global,” katanya.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdhalifah Machmud menyebutkan, banyak kendala yang saat ini dihadapi ISPO, seperti lembaga sertifikasinya yang masih perlu proses untuk melihat item per item. Namun walau masih banyak kendala, tetapi monitoring evaluasi tetap akan dikeluarkan agar pada waktunya nanti semua standar dan sudah kredibel.

Dia memberi contoh, jika dulu mengutamakan pemadaman untuk penanganan kebakaran lahan, maka dewasa ini sudah pada tahap pencegahan. Pencegahan dimulai dari mekanisme pembukaan lahan yang diminta untuk tidak ada lagi dilakukan dengan pembakaran lahan.(sn)

Sumber: Antara.com

375 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *