Dubes Wahid Supriyadi Buka Forum Bisnis Sawit di Moskow

Moskow -Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, Wahid Supriyadi membuka forum bisnis tentang minyak sawit di Moskow. Ini sebagai salah satu langkah meningkatkan ekspor kelapa sawit Indonesia ke Rusia.

“Forum ini sangat penting khususnya di tengah persepsi negatif terhadap kelapa sawit dari Indonesia. Isu dampak negatif tentang kepala sawit merupakan isu yang diperbincangkan di media termasuk Rusia. Antara lain menyebut kelapa sawit mengandung karsinogenik yang mengakibatkan gangguan kesehatan,” kata Dubes Wahid Supriyadi dalam sambutan pembukaan Forum Bisnis Indonesia-Rusia on Palm Oil di Hotel Mercure, Moskow Paveletskaya, Jumat (19/8/2016).

KBRI di Rusia melakukan banyak upaya untuk meyakinkan masyarakat bahwa kelapa sawit apabila dikelola dengan baik tidak membahayakan kesehatan. KBRI Moskow dengan pihak terkait pada tanggal 9-15 April juga telah penyelenggaraan press tour untuk media Rusia agar meliput industri kelapa sawit di Indonesia.

“Saya kira mulai dipahami bahwa hal tersebut tidak membahayakan. Produk kelapa sawit tidak menimbulkan penyakit dan tidak berbahaya bagi konsumen,” kata Dubes Wahid.

Diskusi ini diikuti oleh delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Rezlan Ishar Djeni dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Diskusi ini dihadiri oleh pebisnis dan pakar dari Rusia, salah satunya Oleg S. Medvedev MD, PhD dari Lomonosov State University.

Dalam forum ini juga dilakukan penandatanganan MoU terkait pengolahan tanah dan pengembangan teknologi termasuk manajemen penanganan kebakaran. MoU diteken oleh Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang diwakili oleh Kanya Lakshmi Sidarta dengan Gregory Ryabtsev dari Latela Vostok Company.

“Berdasarkan proyeksi kebutuhan minyak dunia pada tahun 2025 adalah 226,7 juta ton. Artinya dibutuhkan tambahan supply sebesar 51 juta ton atau 5 juta ton per tahun. Lalu siapa yang paling berpotensi memenuhi kebutuhan itu,” kata Kanya dalam salah satu presentasinya.

Dia kemudian memaparkan semua faktor produksi kelapa sawit, termasuk produktivitasnya, cara pengelolaan dan lahan yang diperlukan.

“Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelapa sawit paling efisien dalam penggunaan lahan,” kata Bendahara GAPKI ini.

Kemudian dipaparkan persepsi negatif soal kelapa sawit. Selama ini persepsi negatif mengganggu bisnis kelap sawit. Persoalan ini yang dibahas dalam diskusi ini.

Minyak sawit memang punya banyak kompetitor di dunia sehingga banyak pula yang menguji bisnis ini dengan beragam isu.

“Amerika sudah melihat bahaya ini. Pada tahun 1970 American Soybean Association menulis surat berjudulfat fighter kit yang ditujukan kepada pemerintah US dan food companies. Isinya adalah higly saturated tropical fats not only stealing US soybean oil markets but a threat to consumer health,” kata Jubir Delegasi Kepala Sawit Indonesia, Sahat Sinaga dari Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia.

Dunia pun menuntut adanya sertifikasi yang jelas dalam industri kelapa sawit. Sebenarnya kelapa sawit apabila dikelola dengan baik tidak mengganggu kesehatan. Teknologi inilah sedang dikembangkan.

Kini petani kelapa sawit mulai peduli dengan pengelolaan lahan yang baik dan pengembangan teknologi termasuk manajemen mencegah kebakaran. Karena itu dijalin lah komunikasi bisnis seperti ini dengan pengusaha Rusia.

“Jadi katakan iya untuk minyak sawit dan semoga bisnis ini bermanfaat untuk kita semua,” simpulnya.

Profesor Oleg S. Medvedev dari Rusia mengakui pengaruh minyak kelapa sawit kepada kesehatan masyarakat adalah isu yang paling penting di dunia namun dengan pengelolaan yang baik maka minyak sawit sebenarnya lebih banyak manfaatnya.

“Kebutuhan konsumsi minyak kelapa sawit menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Dan akan terus meningkat karena minyak sawit memiliki banyak kelebihan dibanding minyak nabati lainnya,” katanya.

(van/feb)

Sumber: Detik.com

930 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *