Apkasindo Latih Petani Kelapa Sawit 14 Kabupaten di Sumut

Medan – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menargetkan mampu melatih petani di 14 kabupaten di Sumatra Utara. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Sekretaris Jenderal Apkasindo Asmar Arsjad menuturkan hingga saat ini pelatihan telah digelar di empat kabupaten yakni Tapanuli Tengah, Simalungun, Labuhan Batu Selatan, dan Kisaran.

“Besok , kami akan ada pelatihan di Batubara. Satu kelas untuk 50 orang petani. Ada tiga fokus utama kami yakni peningkatan produktivitas, sustainability dan peremajaan. Di seluruh Indonesia, kami menargetkan mengadakan pelatihan di 62 kabupaten tahun ini. Tahun depan pasti akan lebih banyak,” papar Asmar, Selasa (4/10/2016).

Tak hanya itu, pada tahun ini pihaknya juga akan memberikan beasiswa kepada 100 orang anak petani kelapa sawit agar mampu penjadi pendamping petani.

Petani, sebutnya, menjadi ujung tombak kualitas dan keberlanjutan produksi kelapa sawit Indonesia. Pasalnya, dari total 11,3 juta hektare lahan kelapa sawit, 4,8 juta hektare di antaranya merupakan perkebunan rakyat.

“Sebaran perkebunan kelapa sawit rakyat di Indonesia ini di 190 kabupaten di 21 provinsi. Tahun depan, kami akan perluas lingkup pelatihan. Dananya dari Badan Pengelola Dana Perkebunan. Selain untuk pendidikan, dana ini juga dikembalikan untuk penelitian, menyanggah kampanye negatif dan peremajaan,” tambah Asmar.

Lebih lanjut, dia secara tegas meminta agar Presiden Joko Widodo tidak menyetujui moraturium lahan kelapa sawit. Adapun, selama ini kelapa sawit menjadi industri strategis bagi Indonesia.

“Banyak tuduhan mengarah ke industri kelapa sawit indonesia. Penebangan dan pembakaran hutan. Kan sudah ada Badan Restorasi Gambut. Ini kalau dikelola dengan baik tidak akan lagi ada kebakaran. Selama ini kan ditelantarkan. Eropa dan Amerika Serikat justru mengelola ini dengan baik.”

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, pada periode Januari-Agustus 2016, kontribusi nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati masih mendominasi 41,82% atau US$2,01 miliar. Adapun, nilai tersebut merosot 7,28% daripada periode yang sama tahun lalu.

“Negara tujuan utama ekspor CPO Sumut masih ke India 5,92% atau US$284,9 juta, disusul China 3,97% atau US$191,29 juta,” rinci Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark Pardamean.

Total nilai ekspor Sumut pada Januari-Agustus 2016 yakni US$4,18 miliar, merosot 6,57% dari periode yang sama tahun lalu US$5,15 miliar.

513 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *