Parlemen Norwegia Usulkan Larangan Biofuel Sawit

JAKARTA – Biofuel berbasis sawit kembali mendapatkan penolakan dari negara Eropa. Kali ini datang dari sidang anggota Parlemen Norwegia yang melakukan voting pada Rabu, (13/6/2017). Mereka mengusulkan kepada pemerintah Norwegia untuk mengatur kebijakan biofuel Norwegia, beberapa di antaranya dirancang untuk menghapus penggunaan minyak sawit dalam biodiesel.

Resolusi Parlemen Norwegia yang diadopsi pada awal Juni menginstruksikan pemerintah untuk membuat peraturan tentang pengadaan publik yang “mengenakan persyaratan bahwa biofuel berbasis kelapa sawit atau produk sampingan dari minyak kelapa sawit tidak boleh digunakan.

Anggota parlemen meminta pemerintah Norwegia supaya usulan tersebut bisa dijalankan tanpa melanggar kesepakatan perdagangan internasional. Selain itu, parlemen menginstruksikan pemerintah untuk mengadvokasi penolakan industri bahan bakar biofuel kelapa sawit

Keinginan melarang biofuel berbasis kelapa sawit telah muncul dari tahun lalu. Rainforest Foundation Norway adalah salah satu NGO yang getol melarang penggunaan kelapa sawit di Norwegia.

“Biofuel berbasis kelapa sawit adalah pilihan yang buruk bagi iklim dan menyebabkan kerusakan hutan hujan. Sepengetahuan kami, ini adalah pertama kalinya sebuah negara melarang semua penggunaan biofuel kelapa sawit oleh entitas publik. Keputusan Norwegia merupakan langkah penting untuk menghapus barang-barang yang merusak lingkungan dari pasar,” kata Nils Hermann Ranum dari Rainforest Foundation Norway seperti dilansir situs www.regnskog.no.

Penolakan anggota parlemen Norwegia ini sangat disayangkan pasca kedatangan perwakilan Parlemen Uni Eropa ke Indonesia pada Mei kemarin. Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui praktik pengelolaan sawit yang berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, mereka juga berdialog dengan pemangku kepentingan industri sawit di Indonesia.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Hamdani mengatakan dalam kunjungam delegasi Eropa bahwa resolusi Parlemen Eropa tidak berdasar karena menyarankan penggunaan minyak rapeseed dan minyak biji bunga matahari yang penggunaannya lebih tidak efisien serta mengancam deforestasi yang lebih luas. Sementara itu, setidaknya, ada 66.000 produk Eropa sangat bergantung pada minyak sawit.

Sumber: sawitindonesia.com

10,534 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *