42 Perusahaan Sawit Raih Sertifikat ISPO

JAKARTA – Sebanyak 42 perusahaan perkebunan kelapa sawit menerima sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO). Dengan demikian, hingga kini terdapat 226 perusahaan di Tanah Air yang telah mengantongi sertifikat yang wajib dimiliki perkebunan kelapa sawit tersebut.

Ketua Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat mengatakan, sebanyak 42 perusahaan tersebut memiliki lahan seluas 87.772,06 hektar (ha) dengan produksi setiap tahunnya sekitar 332.775,42 ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). “Untuk 226 perusahaan yang telah mendapatkan sertifikat ISPO tersebut memiliki lahan total seluas 1.430.105,31 ha dengan produksi CPO per tahunnya sekitar 6.746.321,93 ton,” ujar Azis di Jakarta, kemarin.

Sertifkat ISPO tersebut diserahkan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang dalam rangka Peringatan Hari Perkebunan Ke-59 dan Peresmian Museum Perkebunan Indonesia di Medan, Sabtu (10/12).

Menurut Azis, saat ini Komisi ISPO telah menerima 71 perusahaan yang telah diaudit oleh lembaga survei yang telah ditunjuk pemerintah. Sebelumnya, Komisi ISPO juga telah menerima sembilan perusahaan yang telah diaudit lembaga survei. Jadi, saat ini ada 80 perusahaan hasil audit dari lembaga survei yang diserahkan ke Komisi ISPO. Kemudian perusahaan-perusahaan tersebut dicek ulang oleh tim penilai Komisi ISPO apakah telah sesuai dengan prinsip maupun kriteria yang ada di Permentan No 11 Tahun 2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan.

Azis menargetkan, ke-80 perusahaan yang sudah berada di Komisi ISPO tersebut semuanya bisa lulus verifikasi sehingga sertifikatnya bisa diserahkan pada Maret tahun depan. “Target saya Maret (sertifikatnya) kita serahkan bersamaan dengan ulang tahun ISPO yang keenam. Momentum itu kita gunakan untuk penyerahan sertifikat ISPO,” kata Azis.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Bambang mengimbau kepada pengusaha dan petani sawit memiliki sertifikat ISPO agar produknya mampu bersaing di pasar-pasar internasional. Alasannya, kampanye negatif tentang sawit yang dilakukan pihak asing hingga saat ini tetap gencar. “Karena memang semuanya ini karena persaingan bisnis minyak nabati. Karena itu, kita juga harus introspeksi menunjukkan dunia bahwa perkebunan Indonesia itu ramah lingkungan,” kata dia.

ISPO, kata Bambang, merupakan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementan dengan tujuan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia. Selain itu, ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca, serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, dengan diberikannya sertifikat ISPO tersebut menunjukkan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah berkomitmen pada praktik keberlanjutan. “Ini tidak terbantahkan dengan terus bertambahnya perusahaan yang lulus sertifikasi ISPO,” kata Joko. Menurutnya, perkebunan kelapa sawit sudah 105 tahun menghijaukan bumi nusantara. Selain itu memberikan kesejahteraan kepada lebih dari 4,6 juta keluarga petani dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia sebagai penyumbang ekspor terbesar Indonesia. (tl)

Sumber : Investor Daily

898 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *