5 Agustus: Pemangkasan BOE Rate Kuatkan Ringgit, Sawit Melemah

 JAKARTA – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) terpantau melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (5/8/2016), seiring penguatan kinerja mata uang ringgit Malaysia.

Kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, dibuka turun 0,33% atau 8 poin di posisi 2.436 ringgit per ton.

Pergerakan minyak sawit kemudian melemah 0,82% atau 20 poin ke level 2.424 ringgit per ton pada pukul 09.53 WIB.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar ringgit pagi ini terpantau menguat 0,28% atau 0,0112 poin ke posisi 4,0395 ringgit per dolar AS pada pukul 10.08 WIB, setelah dibuka dengan penguatan di posisi 4,0380.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, mata uang ringgit bersama won Korea Selatan menguat pada hari kedua sejalan dengan naiknya permintaan untuk aset berimbal hasil lebih tinggi setelah Bank of England memangkas suku bunganya dan harga minyak rebound.

Harga minyak WTI kontrak September kemarin ditutup melesat 2,69% atau 1,10 poin ke US$41,93, sementara patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Oktober berakhir menguat 3,76% atau 1,19 poin ke US$44,29 per barel.

“Pemulihan pada harga minyak serta kondisi yang lebih baik terhadap bursa saham global, didukung oleh pelonggaran BOE yang agresif, turut menguatkan ringgit dan won Korea saat dibuka,” ujar Khoon Goh, Kepala Riset Asia Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Singapura.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak Oktober 2016

Tanggal

Level Perubahan
5/8/2016

(Pk. 09.53 WIB)

2.424

-0,82%

4/8/2016 2.444

+1,20%

3/8/2016 2.415

+3,29%

2/8/2016 2.338

+0,47%

1/8/2016 2.327

+0,47%

396 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *