Apkasindo Ingin Petani Rebut Dana Hibah Replanting Sawit

Jambi – Di Provinsi Jambi, luasan lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 140 ribu hektare lebih. Namun dari luasan itu, 35 hektare ‎lebih lahannya tidak produktif lagi.

Melihat hal yang demikian, Apkasindo sebagai organisasi yang mengatas namakan ‎petani kelapa sawit, ia merasa terhenyuh. Upaya yang dilakukan, meminta dan mengajak para petaniuntuk proaktif mendapatkan informasi dan wawasan terkait hal ini.

“Di Pusat telah ada dana replanting lahan kelapa sawit besarannya Rp 25 juta perhektare. Itu dana hibah untuk diberikan kepada petani, makanya petani harus jeli dan pintar mencari jalan itu,” jelas Roy Asnawi ketua Apkasindo Provinsi Jambi.

Untuk mendapatkan dana itu, kata Roy semuanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan di sini Apkasindo membantupetani untuk memperoleh dana hibah tersebut. Caranya, mulai tanggal 19 hingga tanggal 23 September nanti mereka mengadakan pelatihan petani kelapa sawit dengan tema program peremajaan atau replanting. Periode pertama ini mereka melatih sebanyak 50 orang petani dari Muaro Jambi.

Pada pelatihan ini, semuanya dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit‎ yang berpusat di Jakarta. BPDP sendiri merupakan sebuah lembaga baru yang dibentuk oleh Pemerintah di bawah pengawasan langsung oleh Presiden RI untuk menangani kegiatan sawit untuk petani sawit atau sawit Indonesia, More Sustainable.

Pelaksanaan di lapangan,dikerjakan oleh mitranya yaitu Apkasindo. Dalam hal ini Apkasindo bekerjasama dengan provider yang menyediakan tenaga ahli dibidang sawit yaitu berasal dati Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini petani kita merebut danahibah tersebut. Uang Rp 25 juta itu sudah cukup untuk biaya selama sawit menghasilkan kembali,” pungkasnya.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Sumber: Tribunnews.com

357 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *