Bisnis Sawit Bersinar Lagi

JAKARTA – Pelaku bisnis minyak kelapa sawit menatap tahun ini dengan penuh optimistis setelah kinerja sektor itu pada tahun lalu turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Produksi kelapa sawit pada tahun lalu terpukul dampak EI Nino (musim kemarau panjang) yang terjadi pada 2015. Produksi dari ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil) pada 2016 pun turun untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi, produksi CPO pada tahun ini mencapai 35,5 juta ton naik 11% dibandingkan dengan tahun lalu 31,5 juta ton. Padahal, produksi CPO pada tahun lalu turun 3%.

Gapki mengaku memasang target konservatif untuk ekspor komoditas unggulan Indonesia itu pada tahun ini. Ekspor CPO dan produk turunannya pada tahun ini diprediksi naik tipis menjadi 27 juta ton dibandingkan dengan tahun lalu 26,6 juta ton.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono menyampaikan, secara umum kinerja industri CPO tahun ini akan pulih yang ditandai dengan membaiknya harga CPO di penghujung 2016. Menurutnya, penurunan produksi pada tahun lalu pun ternyata tidak signifikan. “Salah satu poin penting dari 2016 adalah program biodiesel. Progam pemerintah yang melaksanakan B-20 [bauran 20% biodiesel ke dalam Solar] sudah on the right track.

Untuk harga di 2016 juga membaik dari 2015. Hal ini mengompensasi kinerja [industri] secara keseluruhan, tidak hanya produksi, tetapi juga finansial perusahaan,” katanya dalam konferensi pers proyeksi kineria sawit 2017, Selasa (31/1).

Data yang dihimpun Gapki menunjukkan harga CPO global pada awal 2016 memang sangat rendah yaitu hanya US$557 per ton. Harga terus menunjukkan peningkatan hingga menyentuh angka ambang bawah pengenaan bea keluar US$750 pada Mei sehingga pemungutan BK untuk pertama kalinya dilakukan.

Rerata harga CPO sepanjang 2016 US$700 per ton atau naik 14% dibandingkan dengan harga rata-rata tahun sebelumnya US$614 per ton.

Sekjen Gapki Togar Sitanggang mengungkapkan, kenaikan produksi tahun ini otomatis terjadi karena cuaca yang kembali normal.

KEMBALI NORMAL

Menurutnya, efek EI Nino akan segera hilang dan puncak panen akan berlangsung normal pada April-Juni 2017. Selain itu, tanaman kelapa sawit muda segera produksi untuk pertama kalinya pada tahun ini. “Kalau kita lihat data di Ditjen Perkebunan itu penanaman areal baru di 2013 cukup banyak, sampai 800.000-an hektar.

Di 2012 juga cukup besar, 500.000-an ha. Ini yang sedikit menolong produksi Indonesia karena memasuki tahun ketiga ini. sudah mulai berproduksi,” jelas Togar.

Selain itu, dia mencatat pada tahun lalu serapan CPO dalam negeri juga cukup besar karena menopang produksi sekitar 2,9 juta ton. Tahun ini, produksi biodiesel diharapkan dapat mencapai 3 juta ton.

Sementara itu, data yang dihimpun Gapki menunjukkan negara dengan peningkatan permintaan ekspor CPO dari Indonesia paling signifikan adalah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam mengimpor 1,08 juta ton pada 2016 naik 43% dari tahun sebelumnya 758.550 ton.

Sumber : Bisnis Indonesia

869 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *