Cadangan CPO Malaysia Berpotensi Turun Ke Level Terendah Dua Tahun Selama Ramadhan

MALAYSIA – Persediaan minyak sawit di Malaysia berpotensi menyusut ke level terendah dalam hampir dua tahun sejalan dengan peningkatan permintaan dalam musim Ramadhan serta dampak El Nino yang berlarut dan menghalangi pemulihan pada produksi.

Jumlah persediaan merosot sebesar 7,8% ke 1,66 juta metrik ton pada Mei 2016 dibandingkan dengan sebulan sebelumnya atau jatuh di bulan keenam ke level terendah sejak Juni 2014, berdasarkan 10 prediksi rata-rata dalam survey Bloomberg terhadap para pengusaha perkebunan, pedagang, dan analis.

Di sisi lain, jumlah produksi hanya naik sebesar 3,8% ke 1,35 juta ton, melambat dari kenaikan sekitar 17% pada Maret, sementara jumlah ekspor menanjak 14% ke 1,32 juta ton.

Menurut informasi seperti dilansir Bloomberg hari ini (6/6/2016), badan minyak sawit MalaysiaMalaysian Palm Oil Board dijadwalkan akan merilis data resminya pada 10 Juni mendatang.

Jumlah persediaan yang lebih rendah pada negara produsen sawit terbesar kedua dunia tersebut dapat mendorong harga, di saat jumlah cadangan di Indonesia sebagai produsen sawit teratas dunia juga merosot di tengah permintaaan pada bulan Ramadhan.

Selain itu, bursa berjangka di Kuala Lumpur melonjak ke level tertinggi dalam dua tahun pada Maret 2016 akibat kekhawatiran bahwa dampak El Nino dan kemarau akan mengetatkan persediaan. Sekitar 86% dari total minyak sawit dunia dihasilkan di Indonesia dan Malaysia.

“Dalam bulan-bulan mendatang, kinerja ekspor seharusnya dapat membaik sejalan dengan pengisian aliran kembali yang sebelumnya kosong akibat musim Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Purushothaman Kumaran, kepala pejabat finansial IJM Plantations Bhd. “Setelah Ramadhan, persediaan akan rendah.”

571 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *