CPO Naik, Semua Harga Pun Ikut Berubah

SAMARINDA –  Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Etnawati mengklaim harga jual kelapa sawit sedang alami kenaikan. Ini lantaran membaiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Adapun kelapa sawit tersebut dijual dalam bentuk tandan. Sebelumnya harga satu tandan per kilogramnya dihargai Rp 1.133,95 pada Januari lalu. Bulan ini harga jual naik mencapai Rp 1.690,03. “Ini tentu sinyal positif karena harga jual untuk petani bertambah,” katanya. Naiknya harga jual kelapa sawit tandan tersebut mengacu pada hasil rapat Mei lalu. Kenaikan kelapa sawit tandan berlaku untuk yang berusia tiga dan empat tahun. Untuk yang tiga tahun alami kenaikan harga Rp 100 dari semula Rp 1.389,16 menjadi Rp 1.481,77. Sementara untuk kelapa sawit tandan empat tahun dari semula Rp 1.417,89 per kilogram menjadi Rp1.512,04 per kilogram. “Mudah-mudahan ini bisa jadi motivasi bagi petani dan perkebunan kelapa sawit untuk bisa terus berproduksi,” imbuh Etna.

Pun demikian untuk kelapa sawit yang berumur hingga sembilan tahun juga alami kenaikan harga. Rata-rata kenaikan harga tersebut adalah Rp 100 hingga Rp 500. Untuk harga kelapa sawit tandan yang naik Rp 500 hanya untuk yang sudah berusia sembilan tahun ke atas. “Dari 1.571,46 menjadi Rp 1.676,09 per kilogram. Yang diatas sepuluh tahun menjadi  Rp1.690,03 per kilogram,” bebernya.

Kenaikan harga jual juga berimbas pada produksi kelapa sawit lainnya. Contohnya minyak kelapa sawit mentah naik Rp 198,51 menjadi Rp 7.940,05. Selain itu harga inti sawit semula Rp 5.512,06 per kilogram menjadi Rp 6.132,65, atau naik Rp 620,59. “Mudah-mudahan kenaikan ini bisa berimbas juga pada penghidupan petani kelapa sawit dan juga perushaan,” ucap perempuan berjilbab ini. (cyn/beb/hfz)

Sumber: Prokal.co

573 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *