Daur Ulang Ampas Minyak Sawit, Singapura Gelontorkan Dana Rp 452,5 Miliar

Perusahaan Singapura kembali melirik investasi di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia organik tersebut akan menanamkankan modalnya sebesar USD 36,2 juta atau sekitar Rp 452,5 miliar.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan, investor asal Negeri Kanguru itu memanfaatkan layanan izin investasi 3 jam.

“Perusahaan akan mendaur ulang bleaching earth clay atau juga dikenal dengan ampas buangan refinery mianyak sawit,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (5/4).

Menurut dia, perusahaan tersebut memiliki teknologi untuk mengekstrak kadar minyak sawit pada ampas yang kemudian dikumpulkan menjadi produk minyak sawit untuk bahan baku industri.

“Mereka berencana untuk berinvestasi di dua kawasan industri, yaitu di Riau dan Jawa Timur dengan nilai investasi masing-masing USD 19,2 Juta dan USD 17 Juta dengan penggunaan lahan sekitar dua hektar per industrinya,” papar bekas CEO Garuda Food Group itu.

Franky menambahkan, sejumlah perusahaan pengolahan kelapa sawit besar di Tanah Air juga telah menyatakan ketertarikannya untuk memasok bahan baku kepada perusahaan Singapura tersebut.

“Mereka telah melakukan komunikasi dengan beberapa perusahaan kepala sawit di Indonesia untuk keperluan memastikan ketersediaan bahan baku pabrik mereka,” katanya.

Sebagai informasi, Singapura merupakan negara teratas dari daftar peringkat negara asal realisasi investasi. Bersama Malaysia, Singapura ditetapkan sebagai negara prioritas pemasaran investasi khusus untuk negara-negara anggota ASEAN.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan realisasi investasi dari ASEAN yang pada tahun 2015 naik 15 persen menjadi USD 9,1 miliar dari sebelumnya USD 7,93 miliar. Sedangkan   dari sisi komitmen investasi, negara-negara anggota ASEAN pada tahun 2015 mencatatkan kenaikan 79 persen mencapai USD 22 miliar dari posisi tahun sebelumnya USD 12,3 miliar. (fab/JPG)

Sumber: JawaPos.com

814 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *