Dengan Rekayasa Genetika, Rendemen Sawit Bisa Capai 28%

Medan – Rendemen minyak sawit yang dihasilkan dari pengolahan pabrik kelapa sawit (PKS) persentasenya beragam. Jika di tahun lalu rata-rata masih di bawah 20%, namun ternyata dengan teknologi genetika rendemen ini memiliki potensi yang cukup besar hingga mencapai 28%.

Hal itu diungkapkan Head of Seed Commercial Sampoerno Agro Tony Teh dan Triono Sumatri dari PT Rolimex Kimia Nusamas di sela-sela Pameran Palm Oil Expo Asia (Palmex) yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention Center, Rabu (5/10).

Keduanya mengaku, dengan menggunakan teknologi genetika rendemen bisa ditingkatkan. Namun, tentunya untuk mencapai hal tersebut tidak hanya sekadar bibitnya saja, tetapi juga harus didukung faktor lainnya.

“Sumber bibit faktor yang sangat penting, tetapi ada juga faktor pendukung lainnya seperti manajemen, kultur teknisnya, dan areal lahannya, itu juga sangat mendukung. Kalau semua berkombinasi dengan sangat ideal, kulturnya benar, lahan sudah jelas baik dengan sumber bibit yang jelas, seperti di Kali P Sriwijaya, itu potensinya mencapai 27 persen rendemen minyaknya,” ujar Tony.

Kemudian sebutnya, lahan area kelas lahannya juga penting, tentunya curah hujan juga penting. “Kalau misalnya curah hujan seperti tahun lalu, meski sumber bibit jelas, lahan jelas, kultur teknisnya jelas, karena curah hujannya sangat tidak mendukung, itu juga akan sangat memengaruhi kandungan minyak,” tambahnya.

Karena sawit itu juga harus mendapatkan sumber makanan dan minuman yang cukup. Sehingga menghasilkan minyak yang potensi.

“Jadi faktornya itu banyak, bukan hanya satu dua faktor saja. Yang paling dominan, lahan, curah hujan, makanan dan managemen kultur teknisnya. Jangan lupa cari bibit unggulan. Karena jika semua benar, tapi sumber bibitnya tidak jelas, sama juga, hasilnya nol,”ujarnya.

Jika semuanya sudah ideal sambungnya, potensi itu akan tercapai. Dari sisi produksi, bisa mencapai 33 ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan untuk minyak rendemennya bisa sampai 27%.

“Karena kita sendiri sudah mencapai di posisi 25 persen,”ujarnya seraya menambahkan ke depan dengan riset yang berkesimbangunan mungkin lebih dari itu.

Hal senada diungkapkan Triono Sumantri. “Yang paling memengaruhi di pabrik kelapa sawit yakni teknologi. Kalau di kami sendiri, bibit menjadi salah satu faktor yang mendukung. Pabrik kami harus tetap mempertahankan rendemen di atas 25 persen,” ujarnya.

Untuk mencapai rendemen di atas tersebut, Triono mengatakan, sangat tergantung dengan bibitnya. Dari PT Rolimex Kimia Nusamas sendiri, untuk mendapatkan bibit terbaik, mereka melakukan persilangan antara tenera cangkang tebal dengan phisipfera dengan daging yang lebih tebal.

Dengan menyilangkan keduanya, daging yang tebal dengan kanal yang tipis, sehingga menghasilkan rendemen yang tinggi. “Yang paling utama itu tergantung varietasnya atau bibitnya. Bibit ini sangat menentukan sekira 90 persen. Meski begitu semuanya berkaitan,” jelasnya. (ledi munthe)

Sumber: medanbisnisdaily.com

 

424 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *