Dirjen Perkebunan: Kita Harus Sepakat Sawit Kekuatan Kita

Jakarta – Terkait dengan komoditas kelapa sawit Direktur Jenderal Perkebunan, Bambang, menilai bahwa yang perlu kita lakukan adalah menanamkan kesepahaman bahwa perkebunan kelapa sawit adalah berkah buat Indonesia. Ini adalah keunggulan komperatif yang memberikan kita posisi tawar terhadap negara lain.

Ke depan yang perlu dilakukan, menurut Dirjen Perkebunan adalah memperkuat daya saing kelapa sawit Indonesia dan merubah citra. “Tapi ini harus dimulai dari kita sendiri. Jangan sampai di Indonesia sendiri kita tidak sepenuhnya sepekat tentang posisi kelapa sawit. Bagaimanapun ekonomi Indonesia turut ditopang dari kehadiran perkebunan kelapa sawit,” jelas Bambang.

Ini saatnya memperkuat daya saing perkebunan kelapa sawit. Indonesia harus memiliki platform yang sama terkait pengembangan kelapa sawit. Jadi semua harus satu visi.

“Semua kementerian, stakeholder harus memiliki visi yang sama memperkuat sawit Indonesia yang notabene telah memberikan kita kenyamanan secara ekonomi,” kata Bambang.

Jadi hal yang perlu dilakukan ke depan membangun kerjasama, kemitraan dan jejaring atas stakeholder baik pemerintah, swasta, masyarakat atau LSM untuk meningkatkan daya saing dan bukan menghancurkannya. Semua harus bahu membahu untuk meningkatkan produktivitas nasional, memperbaiki citra kelapa sawit, mengembangkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

“Kita harus sama-sama memikirkan rencana replanting ke depan. Pihak perbankkan ataupun BDPD harus turut berpartisipasi membantu petani untuk bisa mendapatkan dana untuk replanting tanpa dibebani administrasi yang berbelit-belit. Sementara untuk perusahaan saya harapkan untuk terus memperbaiki pengelolaan agar sustainability dan turut membina petani maupun masyarakat agar dapat hidup sejahtera,” jelas Bambang.

Selain itu Bambang mengharapkan perusahaan secara bersama-sama, tidak secara parsial, baik dalam wadah GAPKI, konsorsium, untuk melakukan kajian untuk menjawab berbagai isu negatif terkait, seperti salah satunya soal penggunaan gambut. Serta aktif mengkampanyekan soal green palm oil. Jangan sampai hanya beberapa perusahaan yang memikirkan hal tersebut karena itu adalah untuk kepentingan bersama.

Sementara antar Kementerian, Dirjen Perkebunan, mengharapkan memiliki visi yang sama terkait kelapa sawit. Bahwa ini adalah sumber pehidupan jutaan masyarakat Indonesia sehingga harus diperkuat meskipun di satu sisi kita sepakat agar pengelolaannya sesuai kaidah sustainability. Jadi tidak ada lagi regulasi yang saling bertolak belakang.

Untuk Pemerintah Daerah saya harapkan untuk memberikan izin sesuai ketentuan yang berlaku,serta melakukan pembinaan terhadap swasta maupun petani pekebun. Bagaimanapun perusahaan adalah objek binaan dari pemerintah sehingga ketika perusahaan beroperasi merusak lingkungan pemerintah daerah sebagai pemberi izin turut bertanggung jawab.

“Kita juga harus memperkuat ISPO. Kita harus menyakinkan negara asing bahwa ISPO adalah platform sustainability. Sementara berbagai upaya melemahkan ISPO untuk kepentingan bisnis terselubung negara lain harus kita hadapi dengan elegan.” jelas Bambang. YIN

953 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *