Dishutbun Usulkan Bantuan Peremajaan Kelapa Sawit

PANGKALANKERINCI  – Saat ini terdapat lebih kurang 334.600 hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan dengan produk akhir yang dihasilkan berupa minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO) yang diolah melalui 24 perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS).

Hanya saja saat ini, kebun kelapa sawit yang mayoritas dimiliki para petani plasma ini, kondisinya sudah banyak tanaman yang tua berumur di atas 25 tahun, sehingga sudah tidak produktif dan perlu segera dilakukan peremajaan.

Untuk itu, maka Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pelalawan telah mengusulkan dan mengajukan proposal permohonan bantuan dana peremajaan sawit petani plasma kabupaten Pelalawan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Ya, memang tanaman kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan banyak yang sudah tua, rusak, dan tidak produktif, sehingga harus segera dilakukan peremajaan atau replanting.

Untuk itu, kita telah menggelar rapat bersama sejumlah kelompok tani kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan. Tujuannya untuk mengumpulkan data para kelompok petani plasma yang kondisi kebun kelapa sawitnya sudah tua dan tidak produktif lagi.

Dari hasil rapat ini kita akan mengajukan bantuan dana peremajaan kelapa sawit untuk para petani plasma kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),” terang Kepala Dishutbun Pelalawan Ir H Hambali MSi kepada Riau Pos, Selasa (27/6) di Pangkalan Kerinci.

Dijelaskan Hambali, dari hasil rapat tersebut diperoleh data 5.178 hektare lahan perkebunan kelapa sawit harus segera dilakukan peremajaan. Sedangkan luasan lahan perkebunan petani plasma tersebut, berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Ukui dan Kerumutan.(amn)

Sumber: Riaupos.co

897 total views, 6 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *