Ekspor Sawit ke Eropa Berpotensi Naik Pesat

Jakarta – Volume ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke Eropa tahun 2016 optimistis naik sekalipun produk perkebunan andalan nasional itu terus diterpa isu negatif. “Kami optimistis volume ekspor akan naik. Ini membuktikan bahwa produk kelapa sawit Indonesia memiliki daya saing yang kuat,” kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Bayu Krisnamurthi kepada pers di Jakarta, Senin.

Dikatakan, meningkatkan volume ekspor komoditas tersebut antara lain juga merupakan hasil positif yang selama ini telah dilakukan pihak Indonesia melakukan lobi kepada pihak Eropa. Volume ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke Eropa tahun 2012 mencapai 3,66 juta ton naik menjadi 4,81 juta ton tahun 2013, naik lagi tahun 2014 menjadi 5,01 juta ton, dan tahun 2015 mencapai 5,31 juta ton.

Pada 2016 sampai Agustus volume ekspor mencapai 4,35 juta ton dan sampai akhir 2016 diperkirakan mencapai 5,8-6 juta ton. “Produk kelapa sawit Indonesia sudah makin bisa diterima di pasar Eropa. Tapi kita tak boleh lengah untuk terus menjaga agar tetap bisa eksis,” kata Bayu.

Saat ini, katanya, setidaknya ada 26 negara di Eropa yang mengimpor secara langsung produk kelapa sawit dari Indonesia. Negara Eropa yang paling banyak impor produk kelapa sawit dari Indonesia adalah Belanda 1,75 juta ton, disusul Spanyol 859,01 ribu ton, dan Italia 657,71 ribu ton. Negara lain di Eropa yang mengimpor produk kelapa sawit Indonesia antara lain Rusia, Ukraina, Jerman, Inggris, Turki, Polandia, Irlandia, Yunani, Swedia, dan Belgia.

Bayu mengatakan, Indonesia saat ini masih terus berjuang agar produk kelapa sawit tak mendapat hambatan di Eropa. “Berbagai lobi dan diplomasi masih dan akan terus kita lakukan dan memberikan dampak positif,” kata Bayu.

Dia mencontohkan salah satu keberhasilan diplomasi yang dilakukan adalah keberhasilan Indonesia bersama Argentina melakukan lobi sehingga Pengadilan Uni Eropa membatalkan penetapan bea masuk Anti-Dumping untuk biodiesel sebesar 18,9 persen untuk Indonesia. Selain itu, katanya, Indonesia juga berhasil menghadang rencana pajak tinggi yang akan dikenakan Pemerintah Perancis sebesar 300 euro per ton.

/TL

Sumber: Beritasatu.com

381 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *