GAPKI-Polri Sepakati MoU Keamanan Industri Sawit

Medan – Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kabarharkam Polri) Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH benar-benar menepati janjinya kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) terkait persoalan keamanan dalam industri perkebunan kelapa sawit. Dalam tahun ini akan disepakati kerja sama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara Polri dengan Gapki dalam pengamanan seluruh aspek keamanan sawit di Indonesia.

“Ada sejumlah pointers yang muncul dalam pelaksanaan Indonesia Palm Oil Stakeholder (IPOS) Forum yang digelar Gapki Sumut di Hotel Shantika Medan, Kamis dan Jumat (1-2/9) ini, dan salah satunya yang ditargetkan selesai tahun ini adalah soal kerja sama keamanan industri sawit antara Polri dan Gapki yang dituangkan dalam bentuk MoU,” ujar Ketua Gapki Sumut Setia Dharma Sebayang kepada sejumlah wartawan, Jumat (2/9) sore.

Saat itu ia didampingi sejumlah pengurus Gapki Sumut sekaligus panitia IPOS Forum seperti Donald Siahaan, Timbas Prasad Ginting, Mino Lesmana, dan Darma Sucipto. Kata Sebayang, dua poin terpenting dalam MoU itu nanti adalah Gapki membangun paradigma baru bahwa keamanan adalah aset dari industri sawit, bukan lagi bagian dari cost atau biaya.

“Yang kedua, setiap tindak pidana pencurian di industri perkebunan kelapa sawit, baik mafia lahan sawit, pencurian TBS (tandan buah sawit) ataupun minyak sawit (CPO/crude palm oil) tidak lagi dimasukan dalam tindak pidana ringan atau tipiring seperti tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun 2002, melainkan pihak keamanan menerapkan UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan pasal 107 dan 111 secara efektif,” sambung Sebayang.

Donald Siahaan menambahkan, Kabarharkam Polri Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH sudah berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri untuk melakukan tindakan tegas dengan memotong jaringan pencurian TBS langsung di tingkat penadah. Begitu juga dengan aksi kriminal lain yang terkait industri perkebunan sawit. Pihak Polri, kata Donald, berkomitmen menjalin kerja sama mendukung pengamanan industri sawit dari hulu sampai hilir.

“Jadi, GAPKI dan Polri akan membangun kerja sama aktif membentuk sistem informasi keamanan perkebunan kelapa sawit terpadu, dengan memanfaatkan corporates social responsibility atau CSR dalam membentuk jaringan keamanan dan mengembangkan kearifan lokal dalam membina pengamanan industri kelapa sawit,” tegas Donald Siahaan.

Timbas Prasad Ginting mengungkapkan dalam bulan September ini juga pihaknya akan mendiskusikan poin-poin dalam MoU yang akan disepakati dengan pihak Polri.

“MoU keamanan antara Gapki dengan pihak Polri adalah prioritas yang harus dikejar dan diselesaikan tahun ini juga. Jangan sampai menunggu tahun depan, karena nanti bisa jadi akan ada perubahan prioritas. Jadi, di bulan September ini nanti kami akan bertemu dengan pihak Polri membicarakan poin-poin keamanan dalam MoU yang akan disepakati nantinya,” tegas Timbas Prasad Ginting. (hendrik hutabarat)

Sumber: Medanbisnisdaily.com

 

556 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *