GAPKI Yakin UU Kelapa Sawit Bisa Hempang Kampanye Hitam dan Beri Perlindungan

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan, dukungan terkait rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkelapasawitan menjadi Undang-undang (UU).

Sekretaris Gapki Sumut, Timbas Ginting mengatakan, dengan adanya rancangan undang-undang ini, diharapkan memberikan angin segar bagi pelaku industri kelapa sawit.

Dikatakannya, beberapa menjadi sorotan bagi pengusaha, terutama terkait permasalahan black campaign atau kampanye hitam yang digaungkan Eropa terhadap kelapa sawit Indonesia.

“Harapannya dalam RUU ini, yang nantinya akan menjadi undang-undang, bisa menghapus black campaign kelapa sawit Indonesia. Kalau pun mereka melakukan black campaign, ya harus buktikanlah,” ujarnya Senin (30/1/2017).

Ia berharap, pemerintah berperan aktif untuk menghapuskan isu black campaign yang selama ini melanda kelapa sawit Indonesia.

“Pemerintah jangan pasif. Harus aktiflah mengcounter ataupun menindak isu black campaign ini,”ungkapnya.

Bukan hanya black campaign, harapannya dengan adanya RUU Kelapa Sawit dapat membuat kelapa sawit bisa lebih terlindungi.

Timbas mengatakan, saat ini ada sekitar 42 persen dari total keseluruhan kebun sawit ada pada rakyat. Saat ini, rakyat membangun sendiri dan sangat sedikit sekali bantuan dari pemerintah.

“Banyak rakyat tidak dapat kredit karena statusnya dalam kawasan hutan. Kalau begini kan rakyat tidak bisa masuk ISPO. Padahal keinginan pemerintah, bagaimana rakyat ini lebih tinggi presentasenya dari pemerintah, kan itu bagus,” jelasnya.

Seharusnya, kata Timbas, pemerintah harus lebih peduli kepada kebun rakyat, petani kelapa sawit. Bahkan black campaign-nya, sawit dapat merusak hutan.

“Enggak ada hubungannya sawit merusak hutan. Ini tekanan-tekanan black campaign dari luar. Ini harusnya lebih terlindungi,” terangnya.

Sumber : medan.tribunnews.com

1,067 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *