Harga CPO Merosot, Impor India Bakal Naik 4 Bulan Beruntun

JAKARTA—Merosotnya harga minyak kelapa sawit atau CPO di pasar global diperkirakan mendorong permintaan India sebagai importir utama dalam empat bulan berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Senin (12/6/2017), harga CPO kontrak Agustus 2017 di bursa Malaysia meningkat 13 poin atau 0,53% menuju 2.457 ringgit (US$576,08) per ton. Sepanjang tahun berjalan harga merosot 16,72%.

Berdasarkan survei Bloomberg yang melibatkan lima responden termasuk pialang dan analis, impor CPO India bakal meningkat 21% year on year (yoy) pada Mei 2017 menjadi 798.000 ton. Ini menandakan kinerja pengapalan masuk importir CPO terbesar di dunia itu bertumbuh selama 4 bulan berturut-turut.

Sementara total pembelian minyak nabati pada Mei 2017 naik sekitar 29% menjadi 1,32 juta ton. Adapun Asosiasi Ekstraktor (Solvent Extractors’ Association of India/ SEA) akan merilis data resmi pada pertengahan bulan ini.

Chief executive officer perusahaan broker minyak nabati Sunvin Group Sandeep Bajoria mengatakan harga patokan CPO menurun dalam 5 bulan berturut-turut, yang menjadi pemerosotan terpanjang sejak 2005. Lesunya harga terjadi karena pasar mengantisipasi pemulihan produksi di Indonesia dan Malaysia setelah dampak kekeringan El Nino menghilang.

Antisipasi pertumbuhan pasokan membuat harga CPO global merosot sekitar 20% sepanjang 2017. Sentimen ini menguntungkan negara importir seperti India, yang masih mengandalkan pasokan dari negara lain untuk memenuhi 70% kebutuhan minyak masaknya.

“Harga global yang rendah, bersama dengan penguatan rupee, membuat harga CPO lebih murah [bagi pembeli India],” tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (13/6/2017).

Head of research Karvy Comtrade Ltd. Veeresh Hiremath menuturkan sisi permintaan juga terangkat momen Ramadan, di samping harga global yang melemah sejak awal tahun. Negara-negara importir pun meningkatkan penyetokan.

“Pelemahan harga terjadi karena pemulihan dari negara-negara produsen utama,” paparnya.

Sementara itu, survei Bloomberg juga menunjukkan impor minyak kedelai India meningkat 91% yoy pada Mei 2017 menjadi 340.000 ton. Negeri Hindustan menyerap minyak kedelai dari Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina.

Pengapalan masuk minyak bunga matahari juga bertambah 3% yoy menuju 155.000 ton. Adapun impor minyak canola dipresiksi mencapai 29.000 ton.

Tabel Kinerja Impor Minyak Nabati India (ton)

Impor

Mei 2017 (Survei)

April 2017 (SEA)

Mei 2016 (SEA)

CPO

798.000

752.632 657.454
Minyak Kedelai

340.000

304.942

178.064

Minyak Bunga Matahari

155.000

234.516

150.449

Total Minyak Nabati

1.322.000

1.339.489

1.024.878

 Sumber: Bloomberg, Solvent Extractors’ Association of India (SEA)

 

Sumber : Bisnis.com

3,137 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *