Harga Sawit Kembali Turun, Ini Penyebabnya

Setelah beberapa minggu mengalami peningkatan harga, untuk minggu ini, harga Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit kembali melemah.

Hasil rapat rutin yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan bersama petani sawit dan perusahaan kelapa sawit, harga TBS untuk periode 9-15 Juni, turun Rp 35 perkilogramnya.

Informasi yang diterima, turunnya harga sawit ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya sedikitnya penawaran atau tender dari perusahaan, kemudian buah tengah melimpah.

Banyaknya buah ini disebabkan ulah petani itu sendiri, dimana mereka memanen dalam waktu yang sama. Selain itu, banyak juga buah yang belum wajar dipanen sudah dipanen, sehingga buah bertambah banyak.

Fihri petahi sawit di Tebo menyebut bahwa pada periode ini memang banyak petani yang memanen sawit secara serentak. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bulan ramadan ini.

“Kebutuhan di bulan puaso ini meningkat, jadi panen duluan,” kata Fihri.

Selain itu, petani juga tidak mau mengganggu hari puasa dengan bekerja yang berat-berat.

“Tenago kito puaso ni dak biso nak dipakso‎ nian. Beda kalau dak puaso,” katanya lagi.

Sesuai dengan hasil rapat, harga TBS untuk 9 – 15 juni 2017 mendatang sesuai dengan usia tanam, seperti usia 3 tahun dibeli perusahaan seharga Rp 1.379.78, usia 4 tahun Rp 1.470.85, usia 5 tahun Rp 1.538.71, usia 6 tahun Rp 1.603.14, usia 7 tahun Rp 1.643.62, usia 8 tahun Rp 1.678.36‎, usia 9 tahun Rp 1.711.54‎, usia 10-20 tahun Rp 1.764.06, usia  21-24 tahun Rp 1.710.79 dan usia 25 tahun Rp 1.631.95‎.

Sementara untuk minggu sebelumnya juga sesuai dengan usia tanam, seperti ‎usia 3 tahun Rp 1.407.77, usia 4 tahun Rp 1.500.22, usia 5 tahun Rp 1.569.47, usia 6 tahun Rp 1.635.22, usia 7 tahun Rp 1.676.51‎, usia 8 tahun Rp 1.711.91, usia 9 tahun Rp 1.745.78, usia 10-20 tahun Rp 1.799.24, usia 21-24 tahun Rp 1.744.83 dan usia 25 tahun Rp 1.664.28.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Roy Asnawi menyebut, untuk satu Minggu kedepan, harga buah sawit memang sedikit menurun. Penurunan tersebut masih diangap hal yang wajar.

“Kalau dibawah Rp 100 masih amanla. Kalau sudah diatas Rp 100 perkilo‎ baru agak khawatir,” kata Roy.

Dia meminta agar petani tidak panik menghadapi persoalan ini. Dia menyarankan agar petani memanen buah sawit sesuai dengan jadwalnya, bukan semaunya.

Roy memperkirakan, dipenghujung puasa nanti, diperkirakan buah sawit meningkat dibanding sekarang.

“Sama-samalah kita berdoa agar harga buah naik,” katanya.

Sumber : TRIBUNJAMBI.COM

2,112 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *