Harga TBS Sawit Kembali Naik, Petani Semangat

PELALAWAN – “Alhamdulillah, meski harga TBS naik tipis dari pekan lalu, namun kami petani di Desa Lalang Kabung cukup gembira dan sangat semangat memanen hasil kebun kelapa sawit kami. Di mana harga TBS pada pekanu lalu per kilogramnya Rp1.350, saat naik menjadi Rp1.400 per kilogramnya,” terang salah seorang patani kelapa sawit Desa Lalang Kabung kecamatan Pelalawan kabupaten Pelalawan Diki Syaputra (41), Senin (27/3) via selulernya.

Diungkapkan lelaki yang memiliki kebun kelapa sawit seluas tiga hektare ini, bahwa kenaikan harga TBS kelapa sawit ini dipicu beberapa faktor. Salah satunya saat ini petani di Desa Lalang Kabung tak perlu bingung menjual hasil panen karena adanya sebuah pabrik lokal yang baru berdiri beberapa bulan lalu dan dirasa cukup membantu.

“D imana dengan adanya peron sawit ini, maka menyebabkan terjadinya persaingan harga antarperusahaan PKS di desa kami, sehingga petani cukup diuntungkan. Dan harga jual yang ditawarkan kepada petani juga tinggi, sehingga sebagian petani rela melepas hasil panen mereka ke veron sawit ini. Jadi, para petani kelapa sawit di Desa kami tidak kesusahan lagi nuntuk menjual hasil panennya. Tinggal pilih saja, mau di jual ke PKS, tengkulak atau peron sawit ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa selain merangkak naiknya harga kepala sawit, faktor lain yang membuat gembira para petani di Desa Lalang Kabung yakni mulai meningkatnya jumlah buah kelapa sawit yang tumbuh. Hal ini disebabkan tercukupinya kebutuhan air pohon kelapa sawit dampak dari dari kondisi alam yakni musim hujan sejak beberapa pekan terakhir.

“Jadi, dampak hujan yang turun mengguyur di Desa Lalang Kabung sejak beberapa pekan terakhir, telah menyebabkan kondisi pohon kelapa sawit menjadi kian subur. Dan dampak menggembirakan dari hujan ini, telah menyebabkan buah kelapa sawit ini semakin banyak,” tutupnya. (amn)

Sumber : RIAUPOS.CO

929 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *