Indonesia Apresiasi Perancis Atur Pajak Tambahan Sawit

Paris – Pemerintah Republik Indonesia mengapresiasi rencana parlemen Prancis mengenakan pajak tambahan minyak kelapa sawit dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Biodiversity.

“Menlu RI menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Prancis yang mendukung agar minyak kelapa sawit Indonesia diberlakukan secara adil,” kata Reno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang diterima GATRAnews, Kamis (7/7).

Retno Marsudi menyampaikan apresiasi itu kepada Menlu Prancis, Jean-Marc Ayrault, dalam pertemuan bilateral di Paris, Prancis, Rabu (6/7), pukul 17.30 sore waktu setempat.

Menlu Retno juga meminta kiranya pembahasan lanjutan di bidang di atas dapat dilakukan dengan memengang prinsip non-diskriminasi.

Sementara Menlu Jean-Marc Ayrault mengatakan, perhatian dan minat investor negaranya semakin meningkat untuk menanamkan modal (berinvestasi) di Indonesia. Beberapa investor Prancis saat ini telah berada di Indonesia, seperti di bidang kosmetik serta ban mobil.

“Reformasi ekonomi dan kebijakan paket ekonomi yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia memberi peluang yang besar bagi peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi investasi Perancis di Indonesia,” kata Retno.

Indonesia dan Prancis memiliki nilai perdagangan bilateral sebesar US$ 2,3 milyar (2015), dan  US$ 2,35 milyar (2014). Investasi Prancis di Indonesia pada 2015 mencapai US$ 131,6 juta dalam 197 proyek dan pada 2014 sebesar US$ 200,2 juta dalam 150 proyek. Adapun jumlah WNI di Prancis adalah 7.505 orang (2015), dengan jumlah wisatawan Prancis ke Indonesia sejumlah 202.651 jiwa (2015).

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber: Bisnis.com

1,338 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *