Indonesia dan Malaysia Menginisiasi Kerjasama Melalui CPOPC

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menginisiasi kerja sama dibidang ekonomi melalui pembentukan lembaga persatuan negara penghasil minyak kelapa sawit atau Council Palm Oil Producing Countries (CPOCP).
Kesepakatan ini dimatangkan pada pertemuan bilateral yang dihadiri Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, serta Menteri Perusahaan, Perladangan dan Komoditi Malaysia, Dato’ Seri Mah Siew Keong di Putrajaya, Malaysia, beberapa waktu lalu. Dapat disampaikan, jika kelapa sawit diolah menjadi oleokimia akan meningkatkan nilai tambah produk hingga 400%.
Sementara, kebutuhan biodiesel diproyeksikan dapat meningkatdengan adanya program mandatori B15 atau pencampuran biodiselke Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebanyak 15%.
Berdasarkan catatan Kemenperin untuk industri olahan minyak sawit nasional pada 2015, total kapasitas produksi bahan baku Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) sebanyak 35,50 juta ton yang terdistribusi untuk konsumsi domestik sebesar 8,09 juta ton, ekspor produk hilir 15,15 juta ton, dan ekspor CPO 12,26 juta ton.
Sementara itu, Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto mengatakan lembaga ini akan fokus membuat standardisasi operasional industri sawit mulai dari hulu sampai hilir.
“Jadi, nanti kami membuat standar yang sama untuk seluruh produsen sawitbaik standar di kebun maupun di industri pengolahannya. Kemudian juga terkait dengan pembinaan petani sawit, manajemen stok, dan pembangunan Palm Oil Green Economic Zone (POGEZ),” tutur Susanto, Sabtu (3/9). (*/net).
Sumber: Riauone.com

431 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *