Indonesia Memilih Ofensif Setelah Resolusi CPO Uni Eropa

Jakarta-Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan Indonesia tidak akan lagi defensif soal resolusi sawit Uni Eropa yang bertajuk Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforest. Indonesia memilih offensif soal crude palm oil (CPO).

“Dulu defensif, membantah soal CPO. Sekarang kita offensif, sebelum mereka bicara, kita yang bicara dulu dengan tone dan tujuan,” kata Retno dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (1/2).

Pemerintah sangat geram dengan resolusi tersebut. Menlu sudah mengirimkan surat keberatan terkait resolusi sawit kepada Uni Eropa dan para menteri luar negeri anggota Uni Eropa.

Retno menambahkan, Indonesia sudah menyiapkan sejumlah peluru menghadapi resolusi sawit Uni Eropa. Antara lain soal pengentasan kemiskinan dan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Bayangkan berapa juta orang yang terlibat dalam bisnis CPO di Indonesia? ada 17 juta orang. Jumlah itu 3x lipat penduduk negara Norwegia,” ujar Retno.

Parlemen Uni Eropa mulai melarang pemakaian biodiesel berbasis CPO mulai 2020 mendatang dan akan memberlakukan sertifikasi tunggal bagi kelapa sawit yang tertuang dalam resolusi bertajuk Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests.

Resolusi diterbitkan bertujuan untuk mengurangi dampak negatif perkebunan, seperti deforestasi dan degradasi habitat.

Sumber : , Gatra.com

736 total views, 6 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *