Infrastruktur Jadi Kendala Pengembangan Sawit Di Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ernawati menyebut, dalam pengembangan sawit, banyak sekali pekerjaan rumah harus diselesaikan. Selain itu sektor ini menjadi pemutar roda ekonomi Kaltim dan menggantikan sektor tambang.

“Pascatambang slow down, sebenarnya, ini saatnya momen yang tepat agar perkebunan digarap dengan maksimal. Pasalnya, perkebunan ini berbasis sumber daya alam yang dapat diperbarui,” ucapnya seperti ditulis Kaltim Post, Rabu,  saat acara penyusunan Perda terkait perkebunan di Blue Sky Hotel, Balikpapan.

Potensi tersebut diakuinya belum bisa digarap dengan maksimal. Kendala paling utama adalah infrastruktur karena masih jauh dari kata ‘bagus’. Apalagi untuk membuat industri hilir, investor mengurungkan niat untuk berinvestasi di Kaltim. Dijelaskannya, potensi perkebunan di Kaltim saat ini ada dari komoditas kelapa sawit, kakao, dan lada. “Potensi paling tinggi berasal dari kelapa sawit,” sebutnya.

Dinas Perkebunan Kaltim melihat, masih banyak kendala dihadapi sektor tersebut, seperti yang disebutkan di awal. Dan ia akan menggagas perda baru atau mengevaluasi perda yang sudah ada.

“Kita sedang menyusun, bagaimana sektor perkebunan ini mampu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan bagi perusahaan perkebunan dan para petani di Kaltim,” ucapnya.(T2)

Sumber: infosawit.com

843 total views, 3 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *