Jokowi Apresiasi Presiden Hollande Batalkan Pajak Progresif Sawit Indonesia

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengapresiasi bantuan Pemerintah Prancis melawan tindakan diskriminatif produk kelapa sawit Indonesia di Uni Eropa. Tadinya, ekspor produk kelapa sawit (crude palm oil/ CPO) dalam negeri sempat akan dikenakan pajak progresif oleh Pemerintah Prancis sejak tahun 2017.

Kewajiban tersebut merupakan hasil Amandemen No.367 yang diadopsi oleh Majelis Tinggi Legislatif Prancis. Akhirnya, setelah berdiplomasi dengan pemerintah Indonesia, pelaksanaan pajak progresif CPO Indonesia dibatalkan pada 20 Jui 2016.

“Indonesia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Prancis yang telah membantu melawan tindakan diskriminatif terhadap produk kelapa sawit Indonesia. Dan saya juga telah menjelaskan bahwa isu sustainability bagi kelapa sawit merupakan prioritas bagi Indonesia,” kata Jokowi ketika menerima kunjungan presiden Prancis, Franḉois Hollande di Istana Merdeka (29/03).

Jokowi juga menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Hollande, kedua pimpinan tersebut sepakat memperkuat komitmen kedua negara dan terus mempertahankan hubungan baik bilateral. “Indonesia dan Prancis memiliki  hubungan kerjasama strategis yang sangat baik. Termasuk di bidang ekonomi,” ujar Jokowi.

Sebagai bentuk konkret kerjasama Indonesia dan Prancis di bidang persawitan, perusahaan CIRAD (Agricultural Research For Development) asal Prancis dan mitra Indonesia seperti PT. SMART dan Grup Sinar Emas menyepakati kerjasama tentang keberlanjutan sektor-sektor minyak kelapa sawit.

Seperti diketahui, kedatangan Hollande bersamaan dengan penandatanganan kerjasama antara perusahaan swasta dan BUMN Indonesia dengan perusahaan Prancis. Adapun nilai investasinya mencapai  USD 2,6 miliar atau senilai Rp. 34,58 triliun (kurs Rp.13.300 per USD).

Sumber : GATRAnews

2,259 total views, 3 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *