KBRI Amankan Pasar Sawit RI di Pakistan

JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad berupaya mengamankan pangsa pasar sawit Indonesia di Pakistan karena permintaan produk minyak sawit meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan populasi di negara tersebut. “Kedudukan Pakistan sebagai pasar prospektif minyak sawit Indonesia perlu dipertahankan,” kata Duta Besar RI untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri dalam keterangan pers KBRI Islamabad yang dilansir laman resmi Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (13/1).
Implementasi efektif Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP.PTA) pada 2013 telah memberikan peluang bagi Indonesia untuk mendominasi pasar sawit Pakistan dan mendapatkan surplus perdagangan. Namun, menurut pihak KBRI Islamabad, keuntungan yang diraih Indonesia dalam perdagangan kelapa sawit di Pakistan saat ini memerlukan pengamanan.
Hal itu karena pemerintah Pakistan sedang mengkaji langkah penerapan hambatan nontarif pada produk kelapa sawit Indonesia. “Dalam upayanya memperkecil defisit perdagangan dengan Indonesia, Pakistan kini tengah menggodok rencana penerapan hambatan nontarif bagi produk asal Indonesia tersebut. Langkah ini ditempuh dengan dalih Indonesia telah melakukan hal yang serupa terhadap produk unggulan Pakistan,” ujar Dubes Iwan seperti dilansir Antara.
 
Sementara itu, Malaysia yang merupakan pesaing utama Indonesia sedang mencari celah merebut pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan yang mencapai 87%. “Malaysia sebagai pemain besar minyak sawit di Pakistan sedang mengkaji ulang perjanjian perdagangan bebasnya dengan Pakistan, dengan kemungkinan menurunkan tarif impor minyak sawit asal Malaysia,” ungkap Iwan.
Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, pada awal Januari 2017 Dubes RI Iwan Suyudhie Amri menemui beberapa pihak di Indonesia, antara lain wakil menteri luar negeri, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI), Kementerian Perdagangan,” Ketua Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit, dan para wakil asosiasi pelaku usaha sawit Indonesia. Dalam pertemuan itu, semua pemangku kepentingan sepakat untuk bersama menjaga dan meningkatkan posisi minyak sawit Indonesia di Pakistan.
Dirjen PPI sebagai negosiator perundingan perdagangan Indonesia mendukung upaya Dubes RI dan menyatakan pihaknya akan mengirimkan pejabat senior pada Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) di Karachi pada 21 Januari 2017, dan akan memimpin langsung Delegasi RI melakukan pertemuan kedua Review Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) di Islamabad pada pertengahan Februari 2017. PEOC akan menjadi ajang peningkatan sikap saling memahami (mutual understanding) antara pelaku usaha sawit kedua negara. Untuk itu, Kemendag dan BPDP menyambut positif PEOC sebagai forum strategis pengembangan bisnis sawit dan akan mengirim 20 delegasi menghadiri konferensi itu. (tl)
Sumber : Investor Daily

1,246 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *