Kelapa Sawit Disulap Jadi Detergen Cair Ramah Lingkungan, Begini Hasilnya

Penggunaan detergen atau bahan pembersih dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Selain sulit diurai oleh mikroorganisme, sisa limbah deterjen tersebut akan menjadi limbah berbahaya yang mengancam stabilitas lingkungan hidup. Karena itu, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan produk detergen cair berbasis kelapa sawit dan nanopartikel titania.

Mereka adalah Pangiastika Puti (Teknik Kimia), Maulina Cahya (Teknik Kimia), Ilham Maulana (Teknik Kimia), Muhammad Jamaludin (Teknik Kimia) dan Uli Amrina (Teknik Lingkungan). Para mahasiswa ini mencari bahan alternatif pembuatan surfaktan MES  yang mudah terurai secara biologi (biodegradable) sehingga tidak mencemari lingkungan.

“Kami berharap penelitian ini mampu menghasilkan prototipe produk berupa detergen cair komersial multifungsi yang memiliki kemampuan mengangkat kotoran dengan baik dan mendegradasi sisa polutan organik dalam air hasil cucian,” kata Pangiasti dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7).

Maka dipilihlah metil ester minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Untuk memaksimalkan kinerja surfaktan MES, Pangiasti dan tim menggunakan senyawa nanopartikel titania.

Produk ini kelak memiliki keunggulan pada bahan baku yang berasal dari alam sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan dan renewable. Mereka berharap konsep produk cair ini akan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat.

“Dengan kombinasi zat kimia yang diramu mampu menghasilkan produk yang mendegradasi polutan dan antibakteri. Selain itu, jika sistem produk ini berhasil, maka potensi pengembangannya dapat dilakukan dengan produk bahan alam lainnya yang mirip dengan karakteristik CPO atau minyak kelapa sawit,” katanya.

Penelitian ini telah dijalankan sejak 2016 dan sudah diajukan pada Program Kreativitas Mahasiswa di lingkungan UI yang berlangsung pada Juli–Agustus 2017 dengan judul penelitian “Rekayasa Detergen Cair Multifungsi Ramah Lingkungan berbasis Minyak Kelapa Sawit dan Nanopartikel Titania.” Para penggagasnya berharap detergen ini mampu menjadi produk yang ramah lingkungan dan berbasis bahan alami guna meminimalisir masalah lingkungan di Indonesia. (ika/JPC)

Sumber : jawapos.com

4,841 total views, 7 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *