Kemenperin Dorong Pertumbuhan Industri Pengolahan Sawit

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pertumbuhan industri pengolahan sawit, terutama yang membawa teknologi canggih dan terkini untuk menghasilkan aneka produk hilir, seperti super edible oil, golden nutrition, bioplastic, biosurfactant, hingga green fuel. Untuk memacu hilirisasi industri kelapa sawit, pemerintah menggunakan instrumen kebijakan fiskal.

“Melalui pengenaan tarif bea keluar secara progresif sejak 2011, disusul dengan kebijakan penghimpunan dana perkebunan pada 2015,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, di Jakarta, Selasa (7/2).

Kedua instrumen fiskal ini menurutnya, bersinergi untuk menjamin pasokan bahan baku bagi industri domestik, menciptakan permintaan minyak sawit di dalam negeri, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Ia menambahkan, dengan penerapan kebijakan tersebut, sejak 2013, telah terjadi pergeseran rasio ekspor yang semula 70% produk hulu dan 30% produk hilir menjadi 30% produk hulu dan 70% produk hilir.

“Kami berharap pasar ekspor minyak sawit Indonesia terus meningkat dengan negara-negara tujuan utama, seperti India, Tiongkok, Pakistan, dan negara-negara Timur Tengah,” ujar dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per September 2016, nilai ekspor produk hilir kelapa sawit mencapaik US$13,3 milyar atau telah melebihi nilai ekspor minyak dan gas bumi.

Sumber : GATRAnews

438 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *