Lewat Buku Mitos vs Fakta, Tungkot Sipayung Perangi Kampanye Negatif Industri Sawit

SAMARINDA — Tungkot Sipayung, penulis buku Mitos vs Fakta yang membahas hal-hal mengenai industri minyak sawit di Indonesia, ternyata bermaksud memerangi kampanye negatif untuk menjatuhkan perindustrian minyak sawit di Indonesia.

“Latar belakang saya? Saya harap buku ini bisa jadi ajang advokasi untuk memerangi kampanye negatif,” ujar Tungkot yang dihubungi TribunKaltim.co, Jumat (19/2/2016).

Sebelumnya Tungkot sudah ikut ambil bagian dalam acara bedah buku Mitos vs Fakta yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan telah menerangkan menenai manfaat buku ini.

Menurut Tungkot, kampanye negatif ini sudah berlangsung sekitar tahun 1980-an. Hal ini menurutnya merupakan bentuk kekhawatiran produsen minyak kedelai yang bisa kalah bersaing dengan minyak sawit.

Sejak 15 tahun terakhir kampanye ini semakin membesar, yang awalnya hanya berkisar isu gizi kini sudah menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan terutama yang bisa menarik perhatian masyarakat global.

Menurut Tungkot, hal ini perlu dihentikan dengan melihat fakta yang ada di lapangan. Pasalnya, menurut Tungkot, kelapa sawit bisa menjadi sangat berguna dan bisa dikonversikan menjadi beberapa hal yang memiliki nilai jual.

Menjadi bahan baku biodiesel, bahan baku pembuatan alkohol, minyak goreng dan margarin menjadi beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dari kelapa sawit.

Untuk itu, Tungkot menilai kelapa sawit sangat perlu diperjuangkan untuk terus diproduksi di Indonesia.

Selain itu, menurutnya dari perkebunan kelapa sawit masyarakat dari berbagai kalangan bisa merasakan manfaatnya. Pasalnya, mulai dari pekerja kebun sampai dengan para ahli dalam bidang perkebunan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

“Beda dengan tambang, kalau kelapa sawit masyarakat bisa bekerja sebagai buruh di sana, para ahli bisa bekerja sebagai tenaga ahli, jadi penyerapan tenaga kerjanya bagus sekali. Selain itu karena mayoritas pengusaha orang lokal maka pendapatan negara meningkat di sini,” ujarnya.

Nantinya buku Mitos vs Fakta akan dicetak dalam bahasa Inggris dan beberapa bahasa lain, agar nantinya buku ini bisa benar-benar menjadi sarana advokasi dan edukasi yang baik mengenai potensi- potensi dari kelapa sawit sendiri.

“Buku ini nantinya akan kita cetak dengan beberapa bahasa, sehingga kita punya buku ini untuk melawan kampanye negatif dengan menyajikan fakta yang ada,” ujar Tungkot mengakhiri pembicaraan.

Sumber: Tribunkaltim.co, Gilbertus Rosok

775 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *