M: Perkebunan Sawit Lebih Ekspansif dari Tanaman Minyak Nabati Lain

F:

Perkembangan perkebunan kelapa sawit dunia yang dinilai revolusioner (cepat) sesungguhnya hanya dibesar-besarkan saja. Data menunjukan bahwa ekspansi perkebunan kelapa sawit dunia jauh lebih rendah dibandingkan dengan ekspansi perkebunan tanaman penghasil minyak nabati yang lain seperti kedelai, bunga matahari dan rapeseed (Tabel 2.1)

Tabel 2.1.  Perubahan Luas Areal Perkebunan Penghasil Minyak Nabati Utama Dunia 1965-2013

Tanaman Minyak Nabati Luas Areal (juta ha)
1965 2013 Kenaikan 1965-2013
Kedelai 25.82 111.27 85.45
Rapeseed 7.07 36.37 29.31
Bunga Matahari 7.54 25.59 18.05
Kelapa Sawit 3.62 17.01 13.39

Sumber : Oil World

Dalam periode 1965-2013, luas areal tanaman kedelai dunia meningkat seluas 85.45 juta hektar. Demikian juga tanaman rapeseed dan tanaman bunga matahari berturut-turut meningkat 29.31 juta dan 18 juta hektar pada periode yang sama. Sedangkan peningkatan luas areal kelapa sawit hanya sekitar 13.4 juta hektar.

Data di atas juga menunjukan bahwa perubahan tata guna tanah termasuk didalamnya deforestasi (Land Use Land Use Change Forestry/LULUCF) yang terbesar terjadi pada perkebunan kedelai, kemudian disusul perkebunan rapeseed dan perkebunan bunga matahari.

Dengan demikian, tanaman penghasil minyak nabati yang paling ekspansif adalah kedelai, rapeseed dan bunga matahari. Sedangkan perkebunan kelapa sawit kurang ekspansif dan relatif kecil dibandingkan dengan perkebunan penghasil minyak nabati tersebut.

Kutipan dari Buku Mitos dan Fakta Minyak Sawit Indonesia, Mitos 2-01, hal. 10

571 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *