Maksi Gandeng UPB dan ULM Gelar Pelatihan Petani Sawit

Mempawah – Untuk meningkatkan kapasitas petani dalam hal produktivitas kebun kelapa sawit, Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi) menggandeng Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam program pelatihan peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit rakyat bagi petani Kalimantan Barat.

Pelatihan tersebut digelar di Balai Pelatihan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BPLP3K) Desa Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, 19 – 23 September 2016.

Kepala Bidang Pemasaran, Pengolahan dan Kelembagaan Dinas Perkebunan Kalbar, Ir Elfiharpi

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran, Pengolahan dan Kelembagaan Dinas Perkebunan Kalbar, Ir Elfiharpi. Turut hadir juga dalam pelatihan, Rektor UPB, Dr Ir Rahmatullah Rizieq MSi.

Pelatihan ini dihadiri oleh puluhan petani dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat, di antaranya adalah Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

“Kami menyambut baik program ini, guna meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat. Untuk itu program ini menjadi penting untuk dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Maka dari itu, ia juga berharap para petani yang mendapatkan bekal pelatihan ini kemudian dapat menyampaikannya kepada petani lainnya agar turut dapat meningkatkan produktifitas sawit. “Apa yang didapatkan dapat disampaikan terutama petani yang produktifitas rendah,”ungkapnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, yang merupakan badan dibawah koordinasi Kementerian Keuangan RI.

Badan ini berfungsi untuk mengelola dana perkebunan kelapa sawit Indonesia untuk memajukan perkelapa-sawitan Indonesia. Dikatakan oleh Dr Ir H Arief Rahmad Maulana Akbar MSi yang mewakili Maksi menjelaskan bahwa program pelatihan ini ditujukan kepada petani dalam kerangka meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola kebun.

Dr Ir H Arief Rahmad Maulana Akbar MSi

Di lain pihak, Prof Arief Soendjoto selaku ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ULM, menyatakan bahwa program ini sangat strategis karena kalangan akademisi dapat berperan langsung bagi masyarakat terutama bagi petani kelapa sawit.

Sementara ditambahkan oleh tim pelaksana pelatihan di Kalbar, Ir Agus Suyanto MMA mengatakan kegiatan ini menindaklanjuti kemitraan Maksi, UPB dan ULM dalam meningkatkan produktifitas petani sawit.

“Pelaksanaannya di Kalbar ini, jadi mereka bekerjasama dengan UPB. Karena kita antara UPB dan ULM sudah ada MoU baik dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, ” kata Agus yang juga ketua Prodi Agro Teknologi Fakultas Pertanian UPB Pontianak.

Ia mengatakan, otal peserta berjumlah 50 orang ini diantaranya dari kecamatan Ledo dan Lumar Kabupaten Bengkayang dan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak yang notabene termasuk dalam daerah sentra kelapa sawit.

“Karena petani yang dilatih ini merupakan petani mandiri dan swadaya masyarakat, dimana tujuannya supaya produktifitas tanamannya bisa meningkat dengan pelatihan ini,” jelasnya.

Pelaksanaan pelatihan ini sendiri direncanakan tak hanya bermuatan materi saja melainkan juga dengan kunjungan lapangan di perkebunan diantaranya PT Hilton Duta Lestari di Menjalin Kabupaten Landak dan PT Agro Mandiri Semesta (AMS) di Karimunting Kabupaten Bengkayang.

Ketua pelaksana, Alan Dwi Wibowo STP MT menyatakan pada tahun ini Maksi dan ULM akan menggelar 4 pelatihan, 3 pelatihan di Banjarbaru Kalimantan Selatan dan 1 pelatihan di Kecamatan Anjungan Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.

Program ini seluruhnya ditujukan bagi petani, agar petanisemakin terampil dan mampu meningkatkan hasil kebun lebih optimal.

“Kita upayakan program ini dapat berlanjut dan tidak berhenti sampai pada pelatihan tapi langkah-langkah strategis lain dalam upaya memajukan kapasitas petani kelapa sawit Indonesia,” ujarnya.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Arief
Sumber: Tribun Pontianak

649 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *