M: Minyak Sawit Itu Tidak Sehat, Benarkah ?

F:

Tuduhan bahwa minyak sawit tidak baik untuk kesehatan sudah lama menjadi kampanye negatif dari produsen minyak nabati lain khususnya produsen minyak kedelai karena kalah bersaing dengan minyak sawit. Tuduhan negatif seperti minyak sawit mengandung kolesterol, asam lemak trans dan menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif, telah digunakan untuk menghadang minyak sawit di pasar internasional.

Tuduhan terhadap minyak sawit yang demikian sangat tidak beralasan baik dari segi nilai gizi maupun bukti-bukti ilmiah tentang pengaruh konsumsi minyak sawit terhadap kesehatan. Bahkan, dari segi kandungan gizi yang dimiliki minyak sawit justru berkontribusi pada pencegahan berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker dan lain-lain. Minyak sawit tidak mengandung kolesterol. Kolesterol hanya dihasilkan dari minyak hewani. Minyak sawit juga tidak mengandung asam lemak trans (trans fat free) dan mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan proporsi seimbang (Haryadi, 2010).

Minyak sawit mengandung senyawa aktif seperti karotenoid (prekusor vitamin A), tokoferol dan tokotrienol (vitamin E) dan asam lemak esensial (oleat, linoleiat, linolenat) yang berperan penting sebagai antioksidan dan mencegah berbagai penyakit degeneratif pada manusia.

Minyak sawit mengandung vitamin E yang paling tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lain (Tabel 2.6). Kandungan vitamin E pada minyak sawit mencapai 1172 ppm, lebih tinggi dari kandungan vitamin E minyak kedelai (958 ppm), minyak biji bunga matahari (546 ppm), dan minyak jagung (782 ppm) dan seterusnya.

Perbandingan Kandungan Vitamin E (Tocopherols dan Tocotrienols) Minyak Sawit Dibanding Minyak Nabati Lainnya

Jenis Minyak Nabati KandunganVitamin E (ppm)
Kelapa Sawit 1,172
Kedelai 958
Jagung 782
Biji Kapas 776
Bunga Matahari 546
Kacang Tanah 367
Zaitun 51
Kelapa 36

Sumber: Slover, (1971) ; Gunstone (1986); Palm Oil Human Nutrition (1989)

Selain mengandung vitamin E yang tinggi, minyak sawit juga mengandung vitamin A yang juga relatif tinggi dibandingkan dengan bahan pangan lainnya

Perbandingan Kandungan Vitamin A (Setara Retinol) Minyak Sawit Dibanding Bahan Lainnya

Bahan Pangan mg SetaraRetinol/100 g (edible)
Jeruk 21
Pisang 50
Tomat 130
Wortel 400
Minyak Sawit Merah (refined) 5,000
Minyak Sawit Kasar (CPO) 6,700

Sumber: Haryadi (2010)

Kandungan vitamin A minyak sawit merah lebih tinggi dari kandungan vitamin A dari bahan-bahan makanan yang dianggap sebagai sumber vitamin A seperti jeruk, wortel, pisang dan lain-lain.

Manfaat vitamin E, vitamin A dan asam lemak esensial minyak sawit bagi kesehatan manusia telah banyak dibuktikan melalui penelitian kesehatan/kedokteran. Diantaranya mencegah defisiensi vitamin A, pencegahan dan penanggulangan kebutaan, pencegahan penyakit kanker/tumor, anti radikal bebas, mencegah penuan dini, menghambat pembengkakan hati, peningkatan imunitas tubuh, penurunan kolesterol, pencegahan penyakit atherosclerosis seperti penyakit jantung koroner dan pembulu darah dan lain-lain. Berdasarkan uraian di atas sangat jelas bahwa nilai gizi yang terkandung dalam minyak sawit justru bermanfaat meningkatkan kesehatan tubuh dan mencegah berbagai jenis penyakit.

Kutipan dari Buku Mitos dan Fakta Minyak Sawit Indonesia, Mitos 2-06, hal. 19

384 total views, 1 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *