Padang: Petani Sawit Keluhkan Ketiadaan Bibit Unggul

PADANG, HALUAN — Petani sawit di Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, Pessel keluhkan tidak adanya bibit unggul sawit di daerah mereka. Akibatnya ribuan hektar lahan sawit masyarakat tak kunjung panen yang sudah ditanam sejak 7 tahun, namun buahnya masih kecil.

 Hal itu menyebabkan pabrik pengolahan sawit tak kunjung beroperasi.”Memang dulunya kami membeli bibit dengan harga murah. Tapi kami tak tahu kalau itu bibit palsu. Sehingga sudah ada yang tujuh tahun tanam, belum juga bisa dipanen, buahnya juga kecil-kecil,” keluh salah seorang petani Ujang kepada ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim saat kunjungan Tim Safari Ramadan DPRD Sumbar ke Masjid Nurul Hikmah Ilalang Laweh, Kampung Koto Raya, Nagari Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, Pessel, Kamis, (30/6).

Hendra juga menyebutkan, kondisi tersebut bertambah parah dengan tak adanya pabrik yang mau beroperasi di daerah tersebut. Sehingga bidang pertanian sawit di daerah itu anjlok. Pasalnya, buah yang akan diolah oleh pabrik tersebut tak memenuhi standar dan kualitas pasar.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan minimnya saluran irigasi di daerah mereka. Akibatnya, tak hanya berdampak pada gagalnya lahan sawit, konidisi itu juga berdampak pada pertanian lainya seperti sawah, sayuran, jagun dan sebaginya.”Maka dari itu, kami berharap dengan kedatangan TSR DPRD Sumbar ke daerah ini, agar dapat mencarikan solusi sehingga bidang pertanian di daerah ini kembali baik, “ ujarnya.

Ketua DPD Golkar tersebut juga mengatakan akan siap membantu masyarakat dalam mengatasi suatu problema pertanian. DPRD akan mendorong dari segi anggaran dalam pembuatan irigasi nantinya. “Ini kita usahakan, kita akan tinjau dan sinergikan dengan pemkab nantinya. InsyaAllah di tahun 2017 ini akan dapat diupayakan, “katannya.

Untuk persoalan bibit, lanjut Hendra, akan coba membicarakan dengan balai bibit atau dinas pertanian Sumbar untuk dapat menyediakan bibit unggul sawit.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan dalam kondisi apapun. Pasalnya, kata Hendra jelang lebaran tingkat kejahatan dinsinyalir akan semangkin meningkat.

Hendra juga mengingatkan untuk tidak berpenampilan mengundang (berlebihan). Terutama dikawasan sentral (keramian) Pasar raya. Hal itu akan memberikan kesempatan kepada oknum tertentu untuk berniat melakukan kejahatan. “Kita melihat kejahatan itu terjadi karena ada kesempatan. Bukan hanya niat saja. Jika kita berpenampilan mencolok dengan berbagai perhiasan dan uang, tentu akan mengundang orang untuk melakukan kejahatan, “kata Hendra.

Maka dari itu, tutur Hendra, kepada pihak keamanan terutama pihak kepolisian untuk dapat meningkatkan pengawasan ditempat-tempat tertentu. Agar para pencopet dan perampok tak leluasa bergerak. “Kita berharap pemerintah kota dan kabupaten, dan pihak berwajib untuk mengisi pos-pos penjagaan, terutama di daerah sentral pasar raya. Sebab selama ini daerah ini menjadi pusat terjadinya tindak kejahatan seperti copet,” ajak Hendra. Tidak hanya itu, saat melakukan mudik, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan akan tertip lalu lintas. Utamakan keselamatan dalam menempuh perjalanan ke tempat tujuan. “Kuantitas kendaraan akan miningkat mulai H-7 hingga H+7 lebaran. Maka dari itu keselamatan harus diutamakan, “ katanya.

Hendra mengatakan, saat ini Polda Sumbar sudah membuat pos-pos keamanan di beberapa titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota Se Sumbar.

Sementara itu, Sekdakab Pessel, Erizon mengatakan, memang kondisi tersebut menjadi persoalan utama bagi petani. Namun, pemkab terus berupaya mencarikan solusi agar persoalan tersebut dapat diatasi. Pamkab juga berharap sinergi dari provinsi untuk mengatasi persoalan itu.”Kami berharap, provinsi dapat membantu persoalan yang dihadapi petani ini, sebab 73 persen masyarakat Pessel adalah petani dan nelayan,” kata Erizon. (h/rin)

Sumber: Harianhaluan.com

562 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *