PASPI dan GAPKI Tepis Black Campaign Asing

Jambi – Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute(PASPI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit(GAPKI) cabang Jambi bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, menggelar bedah buku mengenai Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Global yang diadakan di Ruang Senat Universitas Jambi, Selasa(4/10).

Bedah buku ini dibuka oleh Wakil Rektor 1, Prof Dr  Ir AR Muthalib, MS mewakili Rektor Unja, Prof H Johni Najwan, SH, MH, PhD.

Prof AR Munthalib menyampaikan, saat ini kelapa sawit sedang menjadi primadona, menjadi sumber devisa terbesar setelah migas. “Semoga bedah buku ini dapat menjadi masukan akademis bagi dosen dan mahasiswa guna mengetahui manfaat dan kekurangan perkelapasawitan,” ujarnya.

Sebagai naarasumber hadir Direktur Eksekutif PASPI Dr Ir Tungkot Sipayung, Ketua GAPKI Jambi Tidar M Bagaskara dan Pembedah buku Prof Dr Ir H Zulkifli Alamsyah, MSc., Prof Dr Ir Anis Tatik Mariyati, MP, Prof Dr Ir Dompak Napitupulu, MSc, dipandu moderator Dr Ir Sarman, MP.

Dr Tungkot Sipayung memaparkan mengenai perkembangan persaingan kelapa sawit di dunia, mengingat besarnya manfaat kelapa sawit. “Isu negative seputar kelapa sawit dihembuskan negara penghasil minyak nabati seperti kedelai, bunga matahari dan rapeseed. Mengingat devisa yang dihasilkan Indonesia sangat besar, bahkan satu-satunya di dunia yang memiliki sistem tata kelola dan sertifikasi berkelanjutan.”

Pada kesempatan ini juga dilaunching Forum Dosen dan Mahasiswa Peneliti Sawit oleh Dekan Ahmad Riduan, MSc. Agar dapat mengetahui perkembangan kelapa sawit di Indonesia, mengingat sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi.

Ditambah Tidar M Bagaskara, Ketua GAPKI Jambi, kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat kelapa sawit yang sebenarnya.

“Kelapa sawit juga mempunyai kompetitor dan selalu lakukan black campaign, kita tunjukkan fakta yang sebenarnya. Masyarakat harus peduli terhadap perkebunan kelapa sawit karena ini asset bangsa, perlu perlakuan khusus dari pemerintah,” ujarnya. (adv)

Sumber: jambi.tribunnews.com

784 total views, 3 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *