Pemerintah Antisipasi Pembatasan Impor Minyak Sawit Prancis

Jakarta- Pemerintah mengantisipasi rencana Prancis yang menyatakan akan membatasi penggunaan minyak sawit dalam produksi biodiesel, dengan alasan untuk mengurangi deforestasi dari negara-negara produsen sawit.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan bahwa apa yang dilakukan Prancis tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu bersama kementerian dan lembaga terkait, yang nantinya akan dijadikan pertimbangan dalam pengambilan langkah selanjutnya.

“Mungkin sekarang isunya lingkungan hidup, besok bisa lain lagi. Pemerintah akan ambil langkah, dan menyiapkan opsi,” kata Karyanto, di Jakarta, Jumat (7/7/2017)

Menteri Lingkungan Prancis Nicolas Hulot, seperti dikutip dari Reuters, baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk membatasi impor minyak sawit yang dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan biofuel dalam upaya untuk mengurangi deforestasi pada negara asal.

Sebelum mengeluarkan rencana tersebut, Prancis juga pernah mewacanakan untuk mengenakan pajak progresif minyak (super tax) kelapa sawit yang diatur dalam Amandemen No.367 dan diadopsi oleh Majelis Tinggi Legislatif Prancis pada Januari 2016 lalu.

Prancis pada 2016, melakukan importasi biodiesel yang mengandung minyak sawit kurang lebih sebanyak 1,1 juta ton. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data pada 2010, yang sebesar 300.000 ton.

Karyanto mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk melindungi kepentingan nasional. Pihaknya juga menyatakan siap apabila permasalahan tersebut harus dibawa ke “Dispute Settlement Body World Trade Organization” (DSB WTO).

“Kami akan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang. Jika bisa dilawan di WTO, kami akan lawan,” kata Karyanto.

Dalam upaya melakukan negosiasi dengan Prancis terkait rencana pembatasan impor tersebut, pemerintah juga berencana untuk menggandeng Malaysia yang merupakan produsen CPO terbesar kedua dan juga memanfaatkan forum-forum skala internasional.

Tercatat, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Indonesia ke dunia pada 2016 sebesar 21,5 juta ton. Secara nilai, industri sawit Indonesia menyumbang devisa sebesar 18,1 miliar dolar Amerika Serikat. (Ant)

Sumber : INDUSTRY.co.id

660 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *