Pengusaha Tahan Ekspor CPO

Jakarta – Industri kelapa sawit menghadapi dampak El Nino atau penyimpangan temperatur laut di Samudra Pasifik sekitar khatulistiwa yang melanda sejak akhir 2015. Akibatnya, stok minyak sawit (crude palm oil/CPO) pada awal tahun ini menipis. Akhirnya, pengusaha menahan ekspor minyak sawit untuk meningkatkan stok dalam negeri.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan kemarin menyatakan, stok minyak sawit Indonesia tiga bulan terakhir berada di bawah 2 juta ton. Supaya tidak mengganggu pasokan, opsi menahan ekspor diambil. ’’Produksi Juli meningkat 3,4 persen,’’ ujarnya saat dihubungi, Selasa (13/9).

Hujan yang mu­lai turun di ber­bagai tempat, terutama ladang-ladang sawit, men­dukung naik­nya produksi. Fad­hil melanjutkan, ditahannya ek­spor dan mulai naiknya produksi telah meningkatkan stok minyak sawit dalam negeri. ’’Sampai Juli, ada kenaikan 1,88 juta ton atau 4 persen,’’ terangnya.

Data Agustus memang masih diproses. Namun, stok dipastikan tidak kembali anjlok. Lebih lanjut, dia menuturkan, ditahannya ekspor terasa sejak April hingga sekarang. Ekspor yang menurun itu termasuk untuk biodiesel dan oleochemical. Melihat data GAPKI, jika dibandingkan dengan Juni, ekspor Juli turun 8 persen. ’’Ekspor memang tidak digenjot untuk menjaga stok dalam negeri,’’ tekannya.

Lebih perinci, Fadhil membuka data soal penurunan di negara-negara utama tujuan ekspor CPO. Misalnya, Cina yang biasanya menerima minyak sawit Indonesia hingga 259,94 ribu ton terakhir hanya 158,79 ribu ton.

Penurunan 39 persen ter­sebut masih kalah besar dengan mengecilnya ekspor ke Amerika Serikat secara persentase. Catatannya, ekspor turun 49 persen dari 92,87 ribu ton pada Juni menjadi 47,73 ribu ton di Juli. Begitu juga halnya Pakistan dan Bangladesh yang turun 46 persen dan 37 persen.

Penurunan ekspor membuat stok bertambah. Sebab, penyerapan biodiesel di dalam negeri tetap konsisten. Yakni, sekitar 250 ribu kiloliter (kl) per bulan. Fadhil menambahkan, selain Indonesia, yang melakukan aksi serupa adalah Malaysia. Sebab, stok menipis di bawah 2 juta ton.(sof/kom)

Sumber: Riaupos.co

453 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *