Disbun Diminta Tertibkan Harga Sawit di Perusahaan

Telukkuantan –  Seorang pemuka masyarakat sekaligus tauke sawit di Desa Sungai Langsat Pangean, Jufri Arianto, mengeluhkan harga sawit di lingkungan perusahaan yang membeda-bedakan harga di antara suplier atau pemegang delivery order (DO). Oleh karenanya, Dinas Perkebunan (Disbun) Kuansing diminta untuk menertibkannya karena menguntungkan pihak tertentu.

Perbedaan mencolok harga sawit terjadi di PKS yang ada di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya. Diduga oknum karyawan di perusahaan ikut memainkan DO dari luar, sehingga harga sawit lebih mahal ketimbang pemilik perjalanan barang itu yang ada di tempatan. “Harga sawit yang memakai DO luar jauh lebih mahal dengan harga sawit yang ada. Ini karena ada oknum karyawan yang turut bermain DO, sehingga yang rugi adalah masyarakat sekitar. Kami minta Disbun menertibkan ini,” kata Jufri Arianto, Sabtu (23/7) kemarin.
 “Kita ingin, tolong disamakan harga antara pemegang DO manapun, jangan ada membeda-bedakan. Dan perusahaan jangan membutakan mata soal ini,” katanya.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kuansing H Wariman DW SP MSi meminta agar seluruh perusahaan kelapa sawit yang ada di Kuansing untuk memberlakukan harga yang sama.(jps)
Sumber: Riaupos.co

575 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *