Pertama, Indonesia Akan Punya Pembangkit Tenaga Nabati

Jakarta: Penggunaan bauran energi terus digadang hingga mencapai target 25 persen pada 2025. Seperti yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) di Pulau Simeulue, Aceh.

PLN bersama Pemerintah Daerah (Pemda) akan mengembangkan pembangkit listrik pertama dengan menggunakan bahan bakar nabati atau Pembangkit Listrik Tenaga Nabati (PLTNa) dengan kapasitas daya sebesar lima megawatt (mw).

General Manager PLN untuk wilayah Aceh, Bob Saril menjelaskan konsep PLTNabati ini akan menggunakan bahan bakar minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Bob menjelaskan potensi sawit di daerah tersebut sangat besar, sehingga sayang apabila tidak termanfaatkan.

“Maka itu, minyak CPO-nya sendiri yang dijadikan bahan bakar. Jadi nanti sifatnya bahan bakarnya dari minyak nabati, dan mesinnya itu seperti mesin diesel kemudian bisa menghasilkan energi listrik,” kata Bob kepadaMetrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Bob menuturkan, PLTNabati ini akan dibangun di Pulau Simeulue, Sinabang, Aceh. CPO yang dijadikan bahan bakar utamanya akan dipasok dari perkebunan kelapa sawit milik Pemda. Tercatat hasil produksi minyak sawit tersebut bisa mencapai 80 ton per hari. Sedangkan menurut perhitungan, untuk menghasilkan listrik 5 mw hanya memerlukan 24 ton CPO per hari.

“CPO-nya dari lokasi lokal. Di sana banyak perkebunan kelapa sawit. Juga ada perusahaan yang menghaasilkan CPO itu. Itu bisa mengkover PLT di Simeulue ini,” ucap Bob.

Untuk harga CPO, menurut dia, harganya tidak ditentukan oleh pasar tapi memang akan diberikan gratis oleh Pemda. Ditargetkan pembangunan PLTNabati ini akan selesai pada 2017. Sehingga masyarakat bisa cepat mendapat manfaat dari energi baru terbarukan.

“Target 2017 selesai. Enam bulan setelah penandatanganan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA). Konstruksinya itu dilakukan setelah selesai financial close. Kita targetkan financial close itu tiga bulan. Baru bisa pembangunan,” jelas Bob.

Bupati Aceh, Riswan NS menambahkan, dengan berdirinya PLTNabati ini menjadikan kota Simeulue yang memiliki PLTNabati pertama di Indonesia. Pembangunan pun akan dilakukan cepat setelah ditandatanganinya PPA pada 30 Mei 2016.

“Dan, ini pertama dari bahan baku nabati di Indonesia. Hal ini sangat cepat dilakukan apalagi dengan ditandatangani PPA pada 30 Mei 2016,” tutup Riswan.

(AHL)

Sumber: MediaIndonesia.com

1,073 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *