Petani di Sebatik Nikmati Kenaikan Harga Sawit

Nunukan – Petani kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimatan Utara mengaku mulai bernapas lega karena harga sawit di wilayah perbatasan mulai merangkak naik enam bulan terakhir.

Sebelumnya mereka mengaku masih bergantung kepada Tawau Malaysia untuk menjual hasil kebun mereka. Mereka terpaksa menjual sawit mereka dengan harga lebih murah ke negara tetangga karena belum adanya perusahaan di Kabupaten Nunukan yang mampu menampung hasil kebun mereka.

“Satu ton di Tawau hanya dihargai 400 ringgit (sekitar 1.240.000). Kalau disini 1.350.000,” ujar salah satu petani sawit di desa Setabu Asri, Senin (24/10/2016).

Asri mengaku harga 400 ringgit diakuinya lebih baik dibandingkan enam bulan sebelumnya. Pemilik kebun 2 hektar tersebut mengaku, sebelumnya cukong di Malaysia hanya menghargai sawit mereka 1.700 ringgit atau sekitar 527.000 tukaran 1 ringgit 3.100 rupiah per ton. Itupun belum dipotong ongkos angkut menuju Tawau Malaysia.

“Dulu kita tidak bisa berbuat apa apa karena kita hanya bisa menjual sawit ke sana,” imbuh Asri.

Kenaikan harga sawit dari 170 ringgit menjadi 400 ringgit menurut Asri dikarenakan adanya salah satu pabrik di Sebatik yang sudah mulai uji coba beroperasi. Keberadaan pabrik tersebut diakui Asri berpengaruh terhadap persaingan harga sawit di Sebatik.

Meski demikian, petani yang sudah 5 tahun menggeluti sawit tersebut mengaku tidak semua petani sawit di Sebatik menjual sawit mereka ke pabrik, tetapi sebagian dari mereke tetap memilih menjual ke Tawau Malaysia dengan berbagai alasan.

“Di sini ada dua pabrik yang satu sudah beroperasi. Sejak adanya pabrik itu memang harga naik karena petani bebas mau menjual kemana,” kata Asri.

Penulis : Kontributor Nunukan, Sukoco
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Sumber: kompas.com

499 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *