Petani Sawit Belum SIap, Perlu Edukasi dan Fasilitas

Samarinda – Kelapa sawit merupakan komoditas yang paling berkembang saat ini. Sejak tahun 2010 hingga 2015 luas lahannya terus meningkat. Karena itu, sektor ini dianggap satu-satunya komoditas yang paling siap untuk mendukung program direct call.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Perkebunan Kaltim Yus Alwi Rahman kemarin (26/9) di kantornya Jalan MT Haryono Samarinda. Dia mengatakan, walaupun tahun ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menurun hal itu bukanlah kendala. “Harga sawit juga tidak turun jauh, kelapa sawit pasti akan mengalami turun-naik harga tersebut. Karena harga kelapa sawit bergantung pada lelang internasional,” ucapnya.

Menurutnya, harga pasti membaik. Jika melihat luas lahan dan total produksi yang terus membaik, kelapa sawit memang menjadi komoditas andalan Kaltim saat ini. Untuk sekarang saja produksi kelapa sawit sudah lebih dari 10 juta ton meningkat jika dibandingkan pada 2014 yang menghasilkan 9 juta ton. “Pada 2016 penurunan jumlah buah memang terjadi di beberapa bulan belakangan ini namun, jika kita lihat per tahun terus meningkat,” ucapnya.

Dia mengatakan, banyak lahan komoditas lain yang menurun. Hal ini, disebabkan banyaknya lahan yang melakukan alih fungsi menjadi kelapa sawit. Seperti kakao yang setiap tahun lahannya menurun karena kebanyakan alih fungsi ke kelapa sawit. Pada 2014 luas lahan tanaman kakao masih 9.514 hektare, pada 2015 menurun menjadi 8.296 hektare. “Alih fungsi menuju kelapa sawit memang masih terjadi hingga saat ini,” ucapnya.

Yus mengatakan, namun untuk direct call tidak hanya memerhatikan komoditas namun, petani penghasil komoditas tersebut sangat butuh perhatian. Tata kelola para petani perlu perhatian khusus. Bahan baku siap, tapi petani belum siap. “Petani harus ditumbuhkan kemandiriannya,” ucapnya.

Petani juga harus diberikan fasilitas lebih jika ingin kelapa sawit bisa memenuhi kebutuhan direct call. Tak hanya fasilitas, mulai dari edukasi ke petani hingga seluruh perkembangan petani kelapa sawit harus dikembangkan. Tenaga teknis dan penyuluh untuk para petani masih sangat kurang.  “Kemampuan modal petani lokal juga masih banyak yang kurang, sehingga petani kelapa sawit harus bisa berkembang,” ucapnya.(*/ctr/lhl/k15)

Sumber: prokal.co

662 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *