Potensi Energi Listrik Terbarukan di Kaltim

Limbah bukan lagi barang perusak lingkungan. Dengan teknologi, sisa aktivitas industri bisa jadi sahabat keseharian manusia. Termasuk limbah sawit yang diolah kembali menjadi energi.

Tudingan bahwa perkebunan kelapa sawit adalah perusak lingkungan di Kaltim ingin ditepis. Pemerintah semakin gencar mengajak investor mengelola limbah sawit agar diproses menjadi listrik berbahan energi terbarukan. Dibanding sampahnya yang kering, limbah cair dianggap paling potensial dikelola.

Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Henny Herdiyanto mengatakan, limbah cair dari tandan buah segar (TBS) lebih berpotensi untuk dijadikan energi alternatif sebagai pembangkit listrik di Kaltim saat ini. Sebab, stoknya lebih banyak ketimbang limbah kering. Tandan kosong masih diperlukan perusahaan sawit sebagai pupuk nabati, agar mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia terhadap perkebunan. “Lagi pula, bahan bakar fosil kini semakin menipis,” urainya.

Disbun Kaltim pun baru saja melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan perkebunan sawit untuk mendorong penggunaan limbah cair, Senin (24/10). Terdapat enam perusahaan yang diprioritaskan, yang diperhitungkan sesuai daerah. Yakni, dengan koneksi yang memungkinkan karena hasil olahan limbah yang disebut pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG) itu harus dijual PLN sebelum diperdagangkan ke masyarakat. Namun, masyarakat yang daerahnya sudah terkoneksi dengan jaringan listrik.

Saat ini, Kutim yang sedang disurvei, sementara daerah lain masih menunggu tahun depan, seiring memonitor dana pemerintah yang diharapkan membaik. Pemanfaatan limbah sawit ini pun merupakan instruksi gubernur Kaltim ini.

“Kami meminta dari perusahaan supaya bisa membantu pembiayaan. Sementara, kami mencari perusahaan yang sinergi dengan program PLN, dengan salurannya yang sudah terhubung dan dekat dengan permukiman. Untuk saat ini, diutamakan agar pemanfaatan limbah cair itu bisa untuk internal perusahaan sendiri, sehingga mereka tak lagi membeli solar. Seperti di REA Kaltim, saat ini mereka nyaris tak lagi menggunakan solar. Itu menghemat cost, memaksimalkan efisiensi, efektif, dan ekonomis. Keuntungan pun besar, karyawan bisa sejahtera, dan masyarakat bisa merasakan dampak positifnya,” urainya.

Diketahui, pada 18 Oktober, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), yakni EMC Plus Co Ltd, menyosialisasikan rencananya yang ingin membangun perusahaan pembangkit listrik bekerja sama dengan Perusda Ketenagalistrikan. Yakni, untuk memproses limbah kering berupa tandan kosong dari TBS menjadi listrik, dengan biomassa. Lazimnya disebut pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM).

Saat ini perusahaan itu masih mengkaji feasibility study(FS) terkait kelayakan maupun penghitungan nilainya. Pemprov menyambut baik investasi ini. Perusahaan-perusahaan sawit di Kaltim pun masih memperhitungkan nilai jual limbah tandan kosongnya, agar bisa saling memberi timbal balik.

Tapi, ternyata limbah yang lebih potensial untuk dijadikan energi alternatif pembangkit tenaga listrik di Kaltim adalah limbah cair. Sebab, pasokannya dinilai lebih banyak ketimbang limbah kering.

Menurut Henny, perbandingan limbah cair dan tandan kosong adalah cukup jauh. Yakni, dari TBS, menghasilkan limbah cair sekira 65 persen. Sementara limbah kering, yakni tandan kosong, dihasilkan dari TBS sekira 22 persen. Perhitungannya, seperti pada tahun lalu produksi TBS Kaltim terdapat sekira 10 juta ton. Bila diambil dari angka itu, maka limbah cair pada tahun lalu terdapat 6,5 juta ton, sementara tandan kosong 2,2 juta ton.

“Tapi, dari 2,2 juta ton itu pasti masih akan digunakan perusahaan sawit untuk kebutuhan internalnya. Yakni sebagai pupuk nabati, untuk mengurangi penggunaan bahan kimia. Sisanya dari 22 persen itu biasanya sekira 10 persen yang tidak terpakai, yang bisa dijual ke perusahaan investor PLTBM,” ungkapnya.

Jadi, semisal 2,2 juta ton tandan kosong pada tahun lalu, 10 persennya adalah sekira 220 ribu ton. Potensinya lebih kecil ketimbang limbah cair yang terdapat sebanyak 6,5 juta ton pada tahun lalu. (mon/lhl/k15)

Sumber: prokal.co

558 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *