Produksi Minyak Sawit Berpotensi Turun 5%

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa produksi minyak sawit tahun ini berpotensi turun 5% menjadi 29,64 juta ton dibanding realisasi 2015 yang sebesar 31,20 juta ton. Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena La Nina di sejumlah sentra produksi sawit di Indonesia. Pada awal tahun ini, Kementan memproyeksikan produksi minyak sawit 2016 sebesar 31-32 juta ton.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan Kementan Dwi Praptomo Sudjatmiko mengatakan, La Nina membawa curah hujan lebih banyak. Kondisi ini menyebabkan tanaman tidak mendapat sinar matahari yang cukup. Curah hujan yang terlalu tinggi akan berdampak pada proses pembuahan. La Nina juga menimbulkan tingkat kelembapan yang lebih tinggi yang tidak baik untuk tanaman. Belum lagi, genangan air selama musim hujan juga menyulitkan akar mendapat pasokan oksigen.

Menurut Dwi, sejumlah kondisi itu secara keseluruhan menyebabkan proses pembuahan tanaman sawit terhambat, akibatnya produksi bisa berkurang. Kementan sendiri berharapp cuaca tidak semakin parah. “Kalau La Nina memburuk di akhir tahun, cuaca tidak mendukung, produksi minyak sawit tahun ini bisa turun 5% dari 2015. Atau setidaknya stagnan karena masih ada tanaman yang tadinya belum menghasilkan, kini sudah menghasilkan,” kata Dwi usai membuka Peluncuran Standar Operasional Prosedur (SOP) Perkebunan Rakyat Bebas Deforestasi oleh Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Greenpeace di Jakarta, Selasa (30/8).

Dwi juga mengatakan, perkebunan kelapa sawit merupakan subsektor strategis yang berkontribusi besar terhadap devisa negara. Pada 2015, ekspor minyak sawit dan turunanya tercatat sebanyak 20,30 juta ton. Namun demikian, subsektor tersebut juga memiliki sejumlah tantangan, terutama terkait produktivitas. “Kelapa sawit adalah komoditas yang cepat berkembang dan mendorong pemerataan ekonomi karena kebun-kebunnya banyak terkonsentrasi di luar Pulau Jawa. Karena produktivitas masih jadi masalah, kami berharap SOP yang diterbitkan SPKS dan Greenpeace dapat membantu petani menerapkan cara budidaya kelapa sawit yang baik. Dengan begitu, bisa meningkatkan produktivitas mereka dan memenuhi prinsip ISPO,” kata Dwi.

Damiana Ningsih/TL

Sumber: Investor Daily

423 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *