Produksi Sawit 2016 Diprediksi Turun Terdampak Karhutla

Jakarta – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi produksi kelapa sawit nasional pada 2016 mengalami penurunan dibandingkan 2015.

Sekjen Gapki Togar Sitanggang di Jakarta, Kamis (8/9) menyatakan, penurunan tersebut sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi tahun lalu.

“Jumlah tandan buah sawit (TBS) mungkin sama dengan tahun lalu namun bobotnya mengalami penurunan karena terkena terpaan asap terus- menerus,” katanya.

Namun demikian, Togar tidak menyebutkan angka pasti penurunan produksi sawit tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, lanjutnya, untuk produksi 2017 diperkirakan lebih baik dari 2016 karena terpaan asap akibat kebakaran hutan tahun ini tidak seburuk tahun lalu.

“Sekarang curah hujan lebih bagus hingga Oktober, kalau tahun lalu sebagai dampak polusinya tinggi,” ujarnya.

Hal itu terkait upaya yang dilakukan Gapki terkait antisipasi kebakaran lahan dan hutan, Togar menyatakan, lebih dari 527 desa di sekitar perkebunan sawit anggota Gapki dilibatkan dalam penanggulangan Karhutla.

Hasilnya, tambahnya, sepanjang tahun ini tidak ada kebakaran lahan di dalam areal konsesi di dalam perusahaan.

Sedangkan kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat juga bisa diantisipasi dan dikendalikan sehingga tidak sampai meluas.

Program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan tersebut terutama dilakukan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Mengutip laporan Global Forest Watch (GFW), Sekjen Gapki mengungkapkan jumlah titip panas atau hot spot periode 1 Januari – 31 Agustus 2016 sebagaian besar di luar konsesi perusahaan.

Jumlah hotspot tersebut, tambahnya, 18 persen terdapat di konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI), perusahaan sawit 9 persen, konsesi logging 5 persen dan 69 persen di luar konsesi atau kawasan hutan. (bus/ant)

Sumber: Skalanews.com

1,137 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *