Program B20 Baru Mencapai 18.6 %

JAKARTA – Pemerintah pada Januari lalu telah meresmikan program B20. Dalam program ini, bahan bakar minyak jenis solar akan dicampur dengan minyak kelapa sawit sebesar 20 persen. Sehingga persentase solar dalam penggunaan konsumsi hanya mencapai 80 persen.

Bagaimana perkembangan program tersebut hingga saat ini?

Menurut Direktur Utama BPDP Sawit Bayu, saat ini program B20 telah dilaksanakan dengan penggunaan biosolar sebesar 18,6 persen. Program ini akan terus dikembangkan hingga nantinya akan ditingkatkan menjadi B25.

Terkait peremajaan kebun rakyat untuk meningkatkan produktivitas minyak kepala sawit, Bayu menyampaikan adanya skema-skema menarik yang merupakan kreativitas petani yang perlu mendapat dukungan pemerintah. Selain itu, capaian setahun BPDP Sawit lainnya adalah di bidang riset dan pelatihan.

“Kami juga memfasilitasi lebih kurang 5.000 petani untuk mengikuti pelatihan dengan berbagai topik untuk peningkatan kapasitas mereka. Selain itu, kami juga telah memberikan beasiswa kursus sawit untuk sekitar 700 siswa dan mahasiswa, 400 di antaranya adalah anak petani yang nantinya akan menjadi pengelola kebun ataupun koperasi di tempatnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Selain itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, perlu dilakukan studi skema sustainabilitas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit berdasarkan beberapa skenario harga minyak dan harga sawit. Studi ini diperlukan bukan hanya untuk menjamin sustainabilitas dari BPDP Sawit, tapi juga program bioenergi tanah air.

“Kita sepakat melakukan studi skema sustainabilitas tersebut. Kita perlu memperhatikan kredibilitas sistem, perlu analisis yang lebih transparan untuk menunjukkan akuntabilitas kita,” kata Darmin.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana mengungkapkan, pada tahun 2020, porsi bahan bakat nabati dalam solar akan ditingkatkan hingga 25 persen. Sehingga, akan semakin besar konsumsi bahan bakar fosil yang dapat ditekan dengan adanya pengalihan energi ini.

Dengan begitu, selain berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar fosil, kebijakan ini juga dapat meningkatkan perekonomian petani kepala sawit.

(rai)

Sumber: Okezone.com

441 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *