Pungutan Sawit 2017 Ditarget Rp10,5 Triliun

JAKARTA – Dana pungutan dari ekspor minyak kelapa sawit mentah dan produk turunannya pada 2017 diproyeksi akan mencapai Rp10,5 triliun naik tipis dibandingkan dengan realisasi tahun ini yang kemungkinan akan mencapai Rp10 triliun.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit telah mengumpulkan dana pungutan ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya selama Januari-Oktober 2016 sebesar Rp9 triliun. BPDP Sawit memproyeksikan total pungutan ekspor CPO hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp10 triliun.

Dirut BPDP Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, BPDP tetap memasang target moderat kendati para pemangku kepentingan kelapa sawit memprediksi ekspor CPO dan turunannya akan meningkat signifikan pada tahun depan.

“Sampai 31 Oktober kemarin kami sudai bukukan Rp9 triliun dan tahun depan itu kurang lebih angka setahunnya [dana pungutan selama setahun] sama dengan tahun ini, karena yang diekspor didominasi produk hilir,” kata Bayu kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurutnya, ekspor CPO pada tahun depan akan meningkat dibandingkan dengan tahun ini. Namun, komposisi ekpor akan didominasi oleh produk hilir CPO. Dalam aturan pungutan, nilai yang dikenakan untuk produk hilir lebih kecil dibandingkan dengan CPO yang dipungut US$50 per ton. Oleh karena itu, sebagian besar dana yang dikumpulkan BPDP berasal dari ekspor produk CPO yang telah diolah di dalam negeri. Pemerintah mengenakan pungutan yang lebih besar pada CPO untuk mendorong penghiliran produk tersebut.

“Komposisi ekspor mulai berubah sejak ada bea keluar [pada 2010] dan dengan adanya pungutan akan memperkuat arah penghiliran itu. Sekarang dari seluruh yang diekspor, hanya 30% yang CPO, sisanya produk olahan. Tahun depan bisa bergerak ke 25:75 komposisinya,” ujar Bayu.

BPDP menggunakan sebagian besar dana pungulan untuk menyubsidi biodiesel yang nilainya pada tahun ini telah mencapai Rp8 triliun.

Bayu menyebut, untuk tahun depan selisih harga CPO dan minyak dunia diprediksi akan mengecil sehingga nilai subsidi tidak membengkak. Jika pergerakan harga minyak dunia dan CPO fluktuatif, katanya, stabilisasi harga di tingkat domestik akan ditopang oleh program biodiesel yang serapan minyak nabatinya didesain meningkat setiap tahun.

HARGA STABIL

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan dalam paparannya di Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) menyebut, harga rata-rata CPO sepaniang 2017 yaitu US$680 per ton. Proyeksi itu tidak jauh berbeda dengan rata-rata harga selama Januari-Oktober tahun ini yang bertengger di level US$673 per ton.

Fadhil menyebut, untuk semester I/2017, harga CPO masih akan stabil karena pada tahun ini stok memang menipis sehingga harga sedikit terkerek. Namun, harga berpotensi menyentuh US$600 per ton pada semester II/2 017 karena Indonesia dan Malaysia yang menguasai 80% produksi CPO dunia akan melangsungkan panen. “El Nino tahun lalu memukul produksi sawit. Dampak El Nino pada tahun ini lebih parah dari yang terjadi di 1997. Di 2016, produksi turun 2,9 juta ton. Di 2017, kami prediksi produksi akan di Ievel normal yaitu 32 juta – 33 juta ton,” terang Fadhil.

Sementara itu, BPDP memasang target alokasi dana peremajaan kebun (replanting) moderat di level minimal Rp400 miliar untuk tahun depan, mengingat pemerintah masih berjuang memperluas sertifikasi lahan petani. Target tersebut tidak berubah dari yang dialokasikan BPDP pada tahun ini. Hingga akhir tahun ini, serapan dari alokasi peremajaan kebun yaitu Rp16 miliar atau hanya 4% dari total dana yang disiapkan oleh lembaga itu.

Bayu menyampaikan, nilai yang dialokasikan untuk program peremajaan dapat fleksibel hingga Rp800 miliar jika petani dapat memenuhi syarat-syarat keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah, seperti kejelasan kepemilikan lahan dan tidak membuka lahan dengan menebang hutan. “Untuk itu kami bentuk Komite Replanting. Jadi nanti harus ada yang menyatakan kalau si A ini memang petani kecil. Siapa yang nanti berhak, apakai dinas, apakah Didenbun, apakah BPN, ini masih dicari.”

Sumber : Bisnis Indonesia

604 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *