RI Buat Perpres Standar Sawit Lestari

Jakarta – Pemerintah akan memperkuat legalitas sertifikasi standar kelapa sawit berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil System/ISPO) dengan menerbitkan peraturan presiden (Perpres) khusus ISPO. Hal ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Indonesia dalam meyakinkan pasar internasional bahwa sawit yang diproduksi di Indonesia telah memenuhi aspek keberlangsungan (sustainability) dan ramah lingkungan. Selama ini, mandatori ISPO hanya mengacu pada peraturan setingkat menteri.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, sertifikasi ISPO harus memiliki kredibilitas sehingga mampu diterima pasar, terutama negara-negara tujuan ekspor. Karena itu, penguatan legalitas dan kelembagaan ISPO dirasa mendesak. Rencananya, penguatan ISPO dilakukan dengan menaikkan status payung hukum ISPO dari sekadar peraturan menteri pertanian (Permentan) menjadi Perpres. “Proses penguatan ISPO sedang dilakukan. Akan dilakukan kajian agar kredibilitas ISPO diakui dan ada rasa memiliki oleh setiap pemangku kepentingan. Kita sudah sepakat ISPO akan dijadikan sebagai standar yang credibel (dapat dipercaya), dihormati, dan diterima di pasar internasional. Ada usul meningkatkan legalitas ISPO, itu usul yang tepat, prosesnya akan kita siapkan,” kata Darmin usai menghadiri Penyerahan Sertifikat ISPO dan Dialog Interaktif Penguatan ISPO di Jakarta, Rabu (3/8).

Selama ini, ISPO mengacu Permentan No 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang telah direvisi menjadi Permentan No 11/Permentan/OT.140/3/2015. Menurut Darmin, draf payung hukum baru berupa Perpres pengganti Permentanmemang belum dibuat. Namun dipastikan prosesnya tidak akan lama. “Kita akan susun standar apa saja yang akan ditetapkan supaya credible dan diterima di dunia. Ini penting karena sawit menyangkut jutaan rakyat. Jangan sampai cuma disuruh berkorban, kita ingin mereka juga bisa memenuhi standar,” kata

Darmin mengatakan, kelapa sawit merupakan satu dari sangat sedikit komoditas Indonesia yang kompetitif di pasar internasional. Alam menjadi faktor penting yang mendukung tingginya produktivitas kelapa sawit di Indonesia. Meski harus diakui bahwa produktivitas kelapa sawit di kebun rakyat masih rendah. “Karena itu, salah satu upaya pemerintah adalah mengambil langkah standardisasi yang mendorong kebun rakyat memakai bibit yang baik dan menerapkan cara bertanam yang baik. Ini agar produktivitasnya bisa mendekati perusahaan. Dengan demikian, kelapa sawit tidak lagi terganggu dengan berbagai isu internasional. Untuk merealisasikannya perlu kerja sama yang baik,” kata dia.

Damiana Ningsih/TL

Sumber: Investordaily.com

496 total views, 4 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *