Ringgit Pimpin Pelemahan di Emerging Markets, Sawit Hijau

Jakarta – Pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) terpantau berada di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (29/8/2016), seiring pelemahan kinerja mata uang ringgit Malaysia.

Kontrak berjangka CPO untuk November 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, naik 0,16% atau 4 poin ke level 2.556 ringgit per ton pada pukul 10.07 WIB.

Pergerakan minyak sawit sebelumnya dibuka menguat 0,31% atau 8 poin di posisi 2.560 ringgit per ton.

Pada perdagangan Jumat (26/8/2016), harga CPO kontrak November ditutup melemah 0,35% atau 9 poin ke level 2.552 ringgit per ton seiring penguatan kinerja ringgit Malaysia.

Sementara itu, nilai tukar ringgit terhadap dolar AS pagi ini terpantau melemah 0,50% ke 4,0367 pada pukul 10.22 WIB.

Ringgit memimpin pelemahan pada mata uang emerging markets bersama won setelah dolar menguat ke level tertingginya menyusul pernyataan para pejabat The Fed yang memacu prediksi kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

“Mata uang Asia memulai pekan ini dengan pelemahan di saat pasar memberi prediksi yang lebih tinggi untuk kenaikan pada September oleh The Fed — perubahan yang cukup besar dibanding beberapa pekan sebelumnya ketika kenaikan dipikir tidak terjadi hingga akhir 2017 atau awal 2018,” kata Khoon Goh, Kepala riset Asia di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., seperti dilansir Bloomberg hari ini.

Pergerakan Harga CPO Kontrak November 2016

Tanggal Level Perubahan
29/8/2016

(Pk. 10.07 WIB)

2.556

+0,16%

26/8/2016 2.552

-0,35%

25/8/2016 2.561

-1,50%

24/8/2016 2.600

+0,85%

23/8/2016 2.578

+1,38%

Sumber: Bloomberg

399 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *