Sawit Akan Terus Menjadi Komoditas Strategis

JAKARTA – Kalangan pelaku usaha industri kelapa sawit nasional meyakini komoditas sawit akan terus mampu menjadi penopang neraca perdagangan Indonesia. Meski perekonomian dunia sempat melemah, ekspor minyak kelapa sawit menunjukkan tren peningkatan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyampaikan kelapa sawit akan terus menjadi komoditas strategis nasional. Dia mencontohkan daerah dengan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas, perekonomian masyarakatnya tumbuh dengan pesat.

“Data menunjukkan ekspor minyak sawit masih menjadi andalan. Peran minyak kelapa sawit sangat besar terutama setelah era berjaya batu bara berkurang,” kata Joko pada acara buka puasa bersama Gapki & Media di Jakarta pada Jumat (10/6/2016).

Data Gapki menunjukkan nilai ekspor minyak kelapa sawit Indonesia pada tahun lalu mencapai USS18,5 miliar. Meski lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai USS21 miliar, Joko mengatakan ontribusi sektor ini terhadap nilai total ekspor nonmigas tetap yang tertinggi.

Joko menyampaikan sejumlah negara di Asia Selatan turut menjadi pengerek volume eksor beberapa bulan terakhir. “Kalau kita lihat datanya, permintaan India dan Pakistan itu trennya sangat baik.”

Gapki juga mencatat pada periode Januari-April tahun ini volume ekspor minyak sawit Indonesia menyentuh 8,23 juta ton atau naik 4,5% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang bertengger di level 7,88 juta ton.

Indonesia merupakan negara pengekspor minyak kelapa sawit utama dunia. Indonesia pun merupakan produsen utama minyak sawit mentah dengan kontribusi sekitar 50% dari produksi minyak sawit global atau tercatat rata-rata 30 juta ton per tahun.

407 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *