Sawit Jadi Industri Strategis Indonesia

Medan – Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsjad di sela-sela Pameran Palm Oil Expo Asia (Palmex) Indonesia 2016, di Santika Premiere Dyandra Hotel Convention Center, Medan, Selasa (4/10).

Menurutnya, ini juga membuktikan jika kelapa sawit menjadi industri yang strategis di Indonesia. Karenanya, Presiden tidak merespon permintaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup yang terus mendesak pemerintah untuk melakukan moratorium.

“Presiden kita minta tidak menghentikan pengembangan kelapa sawit. Karena sudah terbukti, memberikan pertolongan besar pada Indonesia. Bukan hanya mendatangkan devisa tapi juga menggerakkan perekonomian,” ujar Asmar.

Dia juga mempertanyakan usulan Walhi yang meminta moratorium kelapa sawit. “Sawit sudah terbukti memberikan andil besar dalam perekonomian Indonesia, bisa bertahan di krisis moneter dan global. Sawit juga membuat kesejahteraan petani terus membaik. Mengapa Indonesia mau mengikuti permintaan, keinginan asing membatasi perkebunan sawit,” ujarnya.

Disebutkannya, ada sekira 30 juta jiwa yang hidup dari kelapa sawit. “Jadi kita minta presiden tidak respon permintaan NGO/LSM tersebut,”ujarnya.

Asmar juga menyebutkan, pameran sawit yang masih terus dilakukan banyak pihak menunjukkan bahwa potensi sawit Indonesia masih sangat besar. Karena itu, Apkasindo terus memprotes dan melawan aksi kampanye negatif sawit khususnya sawit Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan, ekspor sawit Indonesia ke Eropa terus meningkat jumlahnya.

Tercatat, sampai Desember tahun ini ekspor produk sawit Indonesia diperkirakan 5,8 juta – 6 juta ton, atau naik dari ekspor produk tahun lalu sebesar 5,3 juta ton.

Sementara untuk angka ekspor hingga Agustus 2016 saja sudah mencapai 4,35 juta ton.

Menurutnya, isu tentang lingkungan atas produk sawit Indonesia didominasi oleh isu negatif kerusakan hutan, lahan gambut, dan kebakaran hutan, tidak mampu menghambat pemasaran sawit ke negara-negara kawasan eropa yang justru mengalami peningkatan. (ledi munthe)

Sumber: medanbisnisdaily.com

370 total views, 2 views today

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *